nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kolaborasi Dea Valencia dengan para Disabilitas Ciptakan Batik Kualitas Dunia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Sabtu 23 Maret 2019 18:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 23 194 2034056 kolaborasi-dea-valencia-dengan-para-disabilitas-ciptakan-batik-kualitas-dunia-bernuansa-modern-rVJWzt4dnL.jpg Kolaborasi Dea Valencia dengan para disabilitas ciptakan batik kualitas dunia (Foto: Dimas/Okezone)

Keindahan motif batik Nusantara tak henti menginspirasi generasi muda Indonesia untuk terus berkarya. Salah satunya adalah Dea Valencia yang mengawali kiprahnya di dunia retail batik Indonesia dengan berjualan batik lawasan.

Kala itu, Dea yang masih duduk dibangku kuliah menjual batik lawasan melalui media sosial. Kemudian ia mengembangkan usahanya dengan membuat dress batik yang lebih wearable untuk sehari hari.

Bisnis tersebut ia mulai dari sudut kecil di rumahnya di kota Semarang, dengan 1 orang penjahit, perjalanan Batik Kultur dimulai.

“Matematika Tuhan tidak pernah salah”. Kata- kata inilah yang selalu dipegang oleh Dea Valencia yang semenjak tahun 2011 menerima penjahit difabel. Banyak orang yang meragukan kemampuan kaum disabilitas dalam bekerja, apalagi menjahit.

Namun bagi Dea Valencia semua orang adalah sama, semua orang mempunyai kesempatan yang sama, sehingga memantapkan Dea untuk terus berkarya bersama kaum difabel.

“Kaum difabel itu ternyata memiliki semangat juang yang tinggi yaitu, semangat untuk membuktikan kepada orang-orang sekitar bahwa mereka juga bisa melakukan berbagai hal seperti orang normal,” tutur Dea Valencia, dalam konferensi pers peragaan busana Behind The Seams, di Kaca Coffee & Eatery, Jakarta, Sabtu (23/3/2019).

batik

Hingga saat ini, sekitar 50 orang pekerja difabel berada dibalik label Batik Kultur. Okezone juga berkesempatan menyaksikan langsung, peragaan busana bertajuk “Behind The Seams” yang diselenggarakan oleh Batik Kultur.

Dihadiri oleh sederet selebriti dan influencer ibu kota, “Behind The Seams” berhasil memukau para tamu undangan.

dea

Peragaan busana ini menampilkan 30 koleksi ready-to-wear yang terdiri dari womenswear dan menswear, seperti gaun panjang, kain yang dililit menyerupai rok dan lainnya tampil dalam palet vibran.

Tidak hanya itu, rangkaian busana wanita dan pria ini juga menyuguhkan mood yang rileks dan luwes yang didesain secara apik dalam cakupan warna earthy seperti olive green, khaki, oranye, dan biru.

dea

Siluet lurus, diperkaya oleh teknik layering juga diitonjolkan sehingga membuat setiap tampilan busana terlihat lebih atraktif. Pilihan material ringan seperti linen, katun, organdi dan brokat menyelaraskan keutuhan tema yang diangkat oleh Dea Valencia.

Kombinasi bahan dan paduan warna tersebut disempurnakan dengan aksen garis rancang yang sarat akan kesan modern dan elegan. Dea mengaku bahwa koleksi terbarunya tersebut terinspirasi dari para kostumer dan karya-karya batik lawasan miliknya.

“Batik itu ada pakemnya. Dan yang membuat kita berbeda, kita melakukannya dari nol. Desain bajunya sendiri disesuaikan dengan kain putih yang kita gunakan. Sementara untuk pilihan earna dan motif, saya selalu ingin membuat baju yang bisa kostumer saya pakai setiap hari dan mereka merasa nyaman,” ungkap Dea.

Dea Valencia

Berbicara soal tema peragaan busana yang diusungnya, Dea mengatakan bahwa tema tersebut tidak terlepas dari makna filosofis yang terkandung dalam setiap potongan baju atau busana.

“Sebuah baju itu terbuat dari potongan potongan kain yang disatukan oleh benang. Terkadang kita tidak pernah memperhatikan benang benang tersebut. Dalam filosofi terdalam dari Batik Kultur, benang tersebut adalah orang orang yang berada dibalik Batik Kultur, mereka yang terkadang diremehkan, namun telah menghasilkan sebuah karya yang indah,” jelas Dea.

“Dan untuk itulah Behind The Seams dipersembahkan sebagai apresiasi saya untuk mereka yang berada di belakang layar,” tukas Dea.

dea

Dalam kesempatan yang sama, Dita Soedarjo yang menjadi muse pada peragaan busana “Behind The Seams” juga sempat memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada sang desainer.

“Acara ini membuat aku terharu sekaligus menyadarkan aku untuk lebih bersyukur. Selama ini, hal-hal kecil saja selalu aku komplain. Jadi aku ingin ucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dea yang telah memberikan kepercayaan kepada aku untuk ikut menyebarkan pesan-pesan positif kepada masyarakat Indonesia,” tutup Dita

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini