nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pameran Tunggal Bertajuk Monster di Galeri Nasional Indonesia yang Bikin Penasaran

Dewi Kania, Jurnalis · Sabtu 23 Maret 2019 09:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 23 406 2033892 pameran-tunggal-bertajuk-monster-di-galeri-nasional-indonesia-yang-bikin-penasaran-9qXtaijahc.jpg Pameran tunggal bertajuk The Monster di Galeri Nasional Indonesia (Foto: Dewi/Okezone)

Monster dianggap seringkali dianggap sosok menyeramkan dan tidak jelas wujudnya. Tapi bagi seniman J Ariadhitya Pramuhendra, sosok monster malah jadi inspirasi untuk menciptakan karya seni.

Bertempat di Galeri Nasional Indonesia, seniman muda Pramuhendra mengadakan pameran tunggal bertajuk The Monster: Chapter II Momentum. Kaitannya juga dengan sejarah peradaban Kristen dan pengalaman masa kecilnya, yang tercermin dalam ekspresi seni rupa Barat.

Makna monster yang ada di benak Pramuhendra bahkan terbilang unik. Monster diartikan sebagai pengalaman masa lalunya yang menjadi kenangan, serta pertanyaan perjalanan hidupnya di masa mendatang.

"Kalau anak kecil selalu punya imajinasi dunia sendiri tentang monster, yang tidak selalu menyeramkan. Nah di pameran ini menggambarkan pula sebuah imajinasi dan hal yang menghantui saya," ucapnya kepada wartawan, Jumat 22 Maret 2019.

pameran

Pramuhendra menggunakan materi arang atau charcoal, supaya para pengunjung gampang melihat bayangan dan imajinasi yang dituangkan. Menariknya, pameran ini adalah bagian dari Trilogi Pameran yang disebut

Dalam kesempatan ini, seniman lulusan ITB Bandung tersebut mengajak rekan-rekan media keliling Galeri Nasional Indonesia. Karya indah tersebut dipamerkan dalam tiga ruang yang mumpuni. Mulai dari Gedung A, Gedung B, serta area outdoor.

pameran

Okezone memasuki satu per satu ruang pamer dan benar-benar menakjubkan. Suasananya bertajuk hitam dan putih, seolah sama dengan monster yang selalu membayangi pikiran.

Kurator Rizki A Zaelani menjelaskan, dari pertama masuk di area galeri, terdapat potongan arang besar menyerupai gerbang setinggi 5 meter. Karya ini menggambarkan potongan arang namun dikombinasikan dengan konstruksi.

"Masuk ke galeri utamanya pengunjung disambut oleh paus telungkup. Ketika diangkat menjadi paus selalu menandakan kehilangan keinginan, jadi selalu mencium tanah," kata Kiki.

pameran

Masuk ke dalam ruang utama, nuansa sejarah peradaban Kristen dan Katolik, yang alurnya sesuai dengan lini masa Renaissance. Beberapa komponen mengingatkan kepada suasana gereja dengan altar dan lilin-lilin yang menyala. Dari keseluruhan karya terinspirasi dari fresco di gereja.

Dari keseluruhan karya, benar-benar memukau dan banyak kejutan di dalamnya. Kalau Anda belum ada ide akhir pekan ini bakal kemana, yuk buktikan sendiri keindahannya. Pameran dihelat mulai 23 Maret 2019 sampai 7 April 2019. Buka mulai pukul 10.00-19.00.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini