nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Larangan Berhubungan Seks dalam Islam, Jauhi Ya!

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 00:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 24 612 2034368 sederet-larangan-berhubungan-seks-dalam-islam-jauhi-ya-g58M5eTNAk.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

DALAM Islam, berhubungan badan dengan pasangan sah diwajibkan sebagai bagian dari nafkah batin. Tapi ada larangan-larangan yang harus diingat supaya Anda tetap mendapatkan pahala dan digugurkan dosa-dosa.

Allah SWT telah menetapkan kewajiban dan larangan berhubungan badan yang harus dipatuhi laki-laki atau perempuan. Kalau melanggar berdosa dan risiko lain yang ditanggung.

Berdasarkan penjelasan Ustadz Fauzan Amin, Okezone bakal merangkum larangan-larangan yang harus dijauhi seseorang saat berhubungan badan. Berikut ini ulasan selengkapnya!

Baca Juga: 5 Gaya Seksi Gisel yang Bikin Netizen Gagal Fokus


Tidak boleh bersetubuh melalui dubur atau anus

Melakukan anal seks dilarang dalam Islam. Bahkan sebagian ulama menyebut perbuatan tersebut sama dengan zina. Lagipula anal seks belum tentu nikmat dipraktikkan karena menyakiti istri.

Dilarang datang diam-diam pada istri

Dalam momen berhubungan seks setidaknya suami harus minta izin istri. Kalau datang diam-diam atau menyentuh badannya langsung tanpa bilang, hati-hati Anda bisa tak mendapatkan pahala.

Jangan memulai hubungan intim tanpa doa

Sebelum melakukan hubungan badan antara suami dan istri sebaiknya melafalkan doa terlebih dahulu. Adapun doanya yaitu:

بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

“Allahumma janibnasyaithana wa janibnisyathanamarazaqna”.

Doa ini bermakna bahwa Anda memohon agar dijauhkan dari setan yang bisa merusak hubungan suami istri Anda, dan menjauhkan setan dari rezeki yang Allah berikan kepada Anda. Doa ini dilafalkan sebelum Anda memulai untuk melakukan hubungan suami istri.

Baca Juga: Deretan 4 Kekasih Lucinta Luna, Pria Nomor 2 Pernah Seranjang

Dilarang berhubungan seks di tempat terbuka

Ketika melakukan hubungan suami istri haruslah dilakukan di tempat yang tertutup. Bersenggama tidak dapat dilihat oleh siapapun karena malah menambah dosa.

Tidak berhubungan badan saat badan masih kotor

Seperti Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini.

Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Dilarang menggauli ketika istri sedang haid

Ibnu Muflih al Hambali (w. 763 H) juga memberikan keterangan yang sama,

وقد ذكر ابن عقيل وجزم به في الرعاية الكبرى أظنه أول كتاب النكاح أنه لو استحضر عند جماع زوجته صورة أجنبية محرمة أنه يأثم

“Ibnu ‘Aqil menegaskan dalam bukunya ar-Riayah al-Kubro, di bagian awal Bab Nikah, bahwa jika ada seorang suami membayangkan wanita lain yang diharamkan baginya ketika berjima’ dengan istrinya maka dia berdosa.” (Al-Adab as-Syar’iyah, 1/98).

Larangan-larangan waktunya:

Anda tidak boleh berhubungan badan pada malam awal, pertengahan, dan akhir bulan.

Al-Imam Ghazali mengatakan, bahwa bersenggama makruh dilakukan pada tiga malam dari setiap bulan, yaitu pada malam awal bulan, malam pertengahan bulan, dan pada malam terakhir bulan.

Sebab setan menghadiri setiap persenggamaan yang dilakukan pada malam-malam tersebut. Anda juga dilarang berjima’ saat puasa dan saat ihram haji.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini