nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Cakaran Kucing, Bocah Ini Rutin Masuk Rumah Sakit Jiwa

Amanda Rahmadianti Syafira, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 08:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 25 481 2034471 gara-gara-cakaran-kucing-bocah-ini-rutin-masuk-rumah-sakit-jiwa-glcDg0meDA.jpg Cakaran Kucing (Foto: Nypost)

SUASANA hati seorang anak laki-laki berusia 14 tahun mulai berubah dengan cepat, dan itu bukanlah hasil dari pubertas. Ketika bocah Midwestern yang belum teridentifikasi ini, mulai mengalami gejala-gejala seperti psikosis termasuk halusinasi, depresi dan pikiran-pikiran untuk bunuh diri. Bahkan dua psikiater mendiagnosisnya dengan schizophrenia.

Tetapi setelah mendengarkan pendapat lain dari dokter, diketahui bahwa penyakitnya kemungkinan bukan akibat gangguan mental, tetapi luka fisik yaitu goresan dari kucing peliharaannya. Diagnosis yang langka ini, dijabarkan dalam sebuah studi kasus baru yang diterbitkan dalam Journal of Central Nervous System Disease.

Dari Oktober 2015 hingga Januari 2017, remaja itu terus masuk dan keluar dari rumah sakit dan pusat perawatan setelah mengatakan bahwa dia merasa kewalahan, bingung, depresi dan gelisah. Dia pernah ditempatkan di rumah sakit jiwa selama seminggu setelah mengatakan dia adalah "anak setan yang jahat, terkutuk," menurut laporan.

Baca juga :

Dokter dengan cepat mulai menggali catatan medis anak itu, berharap menemukan jawaban yang akan menjelaskan perilaku aneh bocah itu.

“Secara historis, sebelum timbulnya gejala kejiwaan, bocah itu aktif secara sosial, atletik, dan akademis, sebagaimana dibuktikan partisipasinya dalam kompetisi geografi dan sejarah nasional, aktor utama dalam ekskul drama, dan mencapai nilai kursus yang sangat baik.” laporan itu menyatakan. Para profesional medis tidak menemukan sama sekali depresi, penyalahgunaan alkohol, dan kemungkinan gangguan bipolar dalam riwayat keluarganya.

Setelah didiagnosis schizophrenia pada Januari 2016, anak itu diresepkan berbagai obat psikotropika.

“Dia mengalami gejala somatik non-spesifik, termasuk kelelahan yang berlebihan, sakit kepala setiap hari, nyeri dada, sesak napas (kemungkinan panik),” laporan itu menjelaskan.

Saat Musim panas waktu itu, dia dirawat selama 11 minggu di rumah sakit kejiwaan, di mana dia menjalani sebuah tes. Setelah tes berakhir, orangtua bocah itu melihat "bekas luka" aneh di sekitar paha dan ketiaknya.

Jelas tanda itu tidak disebabkan oleh berat badan, dokter mengatakan bahwa itu lebih terlihat seperti goresan dari kucing. Menurut laporan, anak itu menderita penyakit dari cakaran kucing akibat infeksi bakteri Bartonella Henselae yang telah ditemukan dalam sepertiga darah kucing yang sehat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Infeksi dianggap cukup umum dan tidak serius. Biasanya, itu hilang sendiri tetapi dalam kasus-kasus serius seperti ini, antibiotik atau perawatan medis lainnya mungkin diperlukan. Untuk menghindari infeksi, CDC merekomendasikan untuk memelihara kucing peliharaan tetap berada di dalam ruangan, dan agar mencuci tangan setelah menyentuh kucing. Setelah menerima antibiotik, anak itu sepenuhnya pulih dari penyakitnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini