nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Telinga Tak Perlu Terlalu Bersih? Ini Penjelasan Ahli!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 11:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 25 481 2034490 mengapa-telinga-tak-perlu-terlalu-bersih-ini-penjelasan-ahli-KepvAs3o37.jpg Bersihkan Kotoran Telinga (Foto: Shutterstock)

PERNAHKAH Anda gatal atau merasa tidak nyaman pada telinga? Biasanya jika hal ini terjadi, maka Anda akan mencari benda kecil untuk mengorek kotoran yang menyangkut di dalam telinga. Ya, cotton bud menjadi salah satu benda andalan yang digunakan untuk membersihkan telinga.

Sebagaimana diketahui, sebagian besar masyarakat akan mengorek kotoran di telinganya dengan menggunakan cotton bud karena merasa gatal dan tidak nyaman. Namun, nyatanya tradisi ini merupakan kesalahan besar.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Perhati KL, Soekirman Soekin. Menurutnya, manusia tidak memerlukan cotton bud untuk membersihkan telinganya. Pasalnya ukuran cotton bud yang cenderung besar, hanya akan memperburuk karena mendorong serumen (kotoran telinga) masuk lebih dalam.

Baca juga:

“Adanya serumen/kotoran kuping membuat orang menjadi tidak betah. Biasa cotton bud digunakan untuk membersihkan telingan, namun pada kenyataannya hal tersebut hanya akan mendorong kotoran telinga masuk lebih dalam,” ucap Soekirman, saat diwawancarai Okezone beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Soekirman menjelaskan bahwa telinga manusia tidak perlu dibersihkan. Pasalnya manusia memiliki otot khusus yang mampu mendorong kotoran telinga keluar dengan sendirinya. Alhasil seseorang tidak memerlukan cotton bud untuk memiliki telinga yang bersih.

“Sebenarnya tidak perlu dibersihkan, karena otot kita bisa menghasilkan gelombang untuk mendorong kotoran telingan keluar dengan sendirinya. Semakin dibersihkan dengan cotton bud maka akan semakin masuk kotorannya,” lanjutnya.

Ia menyarankan agar masyarakat hanya membersihkan telinga dari bagian luarnya saja. Membersihkan telinga bisa dilakukan ketika kotoran telingan mulai terlihat di permukaan. Cukup mengoreknya sedikit dan membersihkan pinggirannya.

Soekirman mengatakan penumpukkan kotoran telinga paling sering dialami oleh anak kecil. Hal ini bisa terjadi karena ketidaktahuan orangtua akan kesehatan. Mereka hanya berpikir untuk menjaga kebersihan sang buah hati, tanpa memikirkan dampak bahayanya.

“Biasanya orangtua ingin melihat telinga anaknya bersih. Alhasil mereka rutin untuk membersihkannya, salah satunya dengan cotton bud. Akibatnya kotoran telinga terdorong dan menumpuk, biasanya masalah ini lebih sering dialami anak kecil,” tuntasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini