nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengajak Pasangan Menikah?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 23:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 25 485 2034855 kapan-waktu-yang-tepat-untuk-mengajak-pasangan-menikah-EQpqY7VTVb.jpg Kapan waktu yang tepat untuk ajak pacarmu menikah? (Foto: Bestpicture)

ADA yang sudah berpacaran lama, namun belum juga ada rencana untuk menikah. Di lain sisi, ada pula pasangan yang baru bertemu dan menjalin kasih, tapi sudah mantap untuk melangsungkan pernikahan. Wajar saja, pernikahan memang momen sekali seumur hidup jadi perlu pertimbangan matang. Tapi, adakah waktu yang tepat untuk mengajak pasangan menikah? Berikut pemaparan selengkapnya seperti dikutip Hellosehat.com.

BACA JUGA : Butet Kertaradjasa Masuk Rumah Sakit Setelah Minum Es Lemon Tea, Ini Kata Dokter

Kapan sebaiknya mengajak pasangan menikah?

Pacaran biasanya menjadi proses awal untuk mengenal pasangan lebih dalam. Seiring berjalannya waktu, Anda akan mulai mengenal karakter satu sama lain lebih jauh.

Dalam proses inilah biasanya seseorang mulai bisa menentukan apakah pasangannya merupakan orang yang tepat untuk dijadikan teman hidup di masa depan atau justru sebaliknya.

Menurut Kelly Campbell, Ph.D., seorang asisten dosen psikologi di California State University, San Bernardino, biasanya pasangan yang jatuh cinta akan mulai memikirkan keseriusan hubungan dalam rentang waktu delapan bulan hingga dua tahun.

Namun, memang tak menutup kemungkinan bahwa keyakinan untuk menikah muncul lebih cepat dari rentang waktu yang disebutkan oleh Campbell.

Oleh karena itu, lamanya waktu pacaran sebenarnya tidak begitu berpengaruh. Justru, pertimbangan yang paling penting sebelum mengajak pasangan menikah adalah seberapa kenal Anda dengannya.

Apakah selama berpacaran Anda merasa sudah mengenal karakter baik dan buruknya?

Karl Pillemer, Ph.D., seorang dosen pengembangan diri di Cornell University, menyatakan satu prinsip yang wajib Anda pahami. Pillemer mengatakan bahwa jangan pernah berharap pasangan Anda akan berubah setelah menikah.

Jika sudah tahu sifat buruknya, lantas bisakah Anda menerima dan mengimbanginya? Untuk itu, sebaiknya jangan dulu mengajak pasangan menikah jika Anda belum benar-benar mengenal dan menerima semua karakter yang ada pada dirinya.

 BACA JUGA : Liburan Syahrini-Reino Barack di Swiss, Pesta Oyster sampai Jacuzzi Bareng

Pertanyaan selanjutnya, apakah Anda dan pasangan memiliki visi dan nilai yang sama dalam berumah tangga?

 

Memiliki pandangan dan nilai yang sejalan merupakan upaya untuk meminimalisir risiko konflik setelah berumah tangga. Untuk itu jadikan masa pacaran sebagai proses mengenal diri masing-masing lebih dalam.

Hal-hal tersebut merupakan poin penting yang perlu Anda ketahui dan pertimbangkan sebelum mengajak pasangan menikah.

Jika poin tersebut sudah Anda pahami dan ternyata sejalan, tandanya Anda bisa mulai mengajak pasangan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Tanda Anda belum siap menikah

Sebelum memutuskan untuk mengajak pasangan menikah, coba evaluasi diri terlebih dahulu. Berikut ini beberapa tanda umum yang menunjukkan bahwa Anda dan pasangan memang belum siap untuk berumah tangga.

Masih suka menyimpan rahasia dari pasangan. Menurut Elisabeth LaMotte, seorang psikoterapis di Amerika Serikat, menyimpan rahasia dari pasangan merupakan salah satu ciri utama bahwa Anda belum siap menikah.

Jika Anda masih sering menyembunyikan berbagai informasi penting tentang diri, misalnya soal keuangan, sebaiknya tunda dulu keinginan menikah. Ketika hendak mengajak pasangan menikah, ubahlah diri untuk berkomunikasi secara jujur dan terbuka terhadap satu sama lain. Ingat, salah satu fondasi pernikahan adalah kejujuran.

Memiliki masalah sama yang berulang

Memiliki masalah sama yang berulang menjadi salah satu hal yang perlu dipikirkan dengan serius sebelum mengajak pasangan menikah. Pasalnya, ketika menikah Anda akan dihadapkan pada berbagai konflik yang perlu dihadapi dan dicari jalan keluarnya.

Saat Anda dan pasangan masih sama-sama egois dan ingin selalu merasa didengar serta dipahami, tandanya memang belum siap menjalani komitmen pernikahan. Sebaiknya evaluasi diri sendiri dan hubungan terlebih dahulu.

BACA JUGA : Bulan Madu di Swiss, Syahrini Kalap Makan Oyster Sampai 2 Ronde

Menikah untuk menyenangkan orang lain

Jika berpikiran untuk menikah hanya karena ingin menyenangkan orangtua atau gerah terus ditanya kapan nikah, tandanya Anda memang belum siap menjalaninya. Menikahlah karena Anda memang mau, bukan karena keinginan orang lain.

Hindari pikiran bahwa menikah adalah solusi dari masalah yang sedang Anda hadapi saat ini. Oleh karena itu, jangan dulu mengajak pasangan menikah jika alasannya hanya karena ingin menyenangkan orang lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini