nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

25 Tahun Tidur Tak Hapus Maskara, Mata Wanita Ini Hancur!

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 25 Maret 2019 18:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 03 25 611 2034774 25-tahun-tidur-tak-hapus-maskara-mata-wanita-ini-hancur-Y5kl0hi5FA.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SETELAH mengenakan produk make-up di wajah seharian, ada baiknya untuk membersihkannya secara teliti sehingga tidak ada bahan kimia saat kita tidur.

Walau kadang memang melelahkan, rasanya sudah tidak sanggup lagi untuk membersihkan sisa pulasan make-up di wajah setelah lelah beraktivitas seharian. Tapi yang namanya membersihkan wajah setiap malam, sebelum berangkat tidur itu tetap harus dilakukan secara seksama. Tidak mau kan harus mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, hanya karena malas membersihkan sisa produk make-up yang menempel di wajah?

Misalnya saja seperti yang dialami oleh seorang wanita bernama Theresa Lynch ini. Theresa disebutkan harus menjalani tindakan operasi di bagian matanya, demi bisa menghilangkan benjolan di bagian matanya tersebut.

Baca Juga: Viral Penjual Bakmi Cantik di Pluit yang Bikin Gagal Fokus

eye-makeup-stock

Mau tahu apa penyebab hadirnya benjolan di bagian mata Theresa? Ternyata hal ini terjadi karena Theresa tidak membersihkan sisa-sisa pulasan maskara yang ia gunakan selama 25 tahun terakhir, seperti dikutip Newsweek, Senin (25/3/2019).

Dikisahkan awalnya Theresa memutuskan untuk memeriksakan kondisi kesehatan matanya, setelah merasakan ada sesuatu yang salah di bagian matanya.

Setelah diperiksa, dokter kemudian menanyakan Theresa soal kesehatan matanya, Theresa kemudian mengaku bahwa ia telah menggunakan maskara dengan intens di bulu matanya selama lebih dari 25 tahun tanpa dibarengi dengan pembersihan yang sempurna.

Mengingat telah terjadi gangguan kesehatan di mata Theresa tersebut, para dokter akhirnya memutuskan untuk melakukan tindakan operasi pada mata wanita 50 tahun tersebut, untuk menghilangkan sejumlah benjolan yang terkalsifikasi dari bawah kelopak mata Theresa.

Baca Juga: Bingung Batuk Tak Sembuh-Sembuh? Bisa Jadi Anda Kena Penyakit Ini

eyelid-photo-aaojournal2

Saat tindak operasi, seorang dokter mata mengungkapkan ada serangkaian titik-titik hitam yang disebut concretions subconjunctival dan menemukan membran tipis yang begitu jelas menutupi bagian dalam kelopak mata dan mata menjadi sedikit terkikis.

Akibatnya, Theresa tidak hanya mengalami benjolan di bagian kelopak mata, tapi juga menderita infeksi kronis yang disebut konjungtivitis folikel. Di sisi lain, Theresa mengakui bahwa hal ini bisa terjadi pada dirinya karena dirinya sendiri lah yang melakukan keteledoran.

“Aku telah terjebak pada kebiasaan buruk, mengenakan banyak produk make-up tanpa membersihkannya dengan benar. Aku seharusnya tidak membiarkan kejadian ini terjadi hingga sejauh ini,” ungkap Theresa.

Diungkapkan oleh Profesor John Dart, dari UCL Institute of Ophthalmology, walau sebelumnya sudah ada beberapa kasus komplikasi mata karena penggunaan maskara. Namun kasus Theresa inilah yang pertama mengakibatkan inflamasi serius di bagian mata.

“Maskara, seperti halnya banyak kosmetik lainnya mengandung banyak komponen. Banyak banyak di antaranya berpotensi beracun. Pigmen karbon hitam atau besi oksida untuk menggelapkan bulu mata, polimer untuk membentuk film yang melapisi bulu mata, bahan pengawet, hingga lilin atau minyak penebalan seperti lanolin, minyak mineral, parafin, petrolatum, minyak jarak, lilin carnauba, dan lilin candelilla,” terang John.

John menambahkan, produk make-up contohnya maskara memungkinkan sekali untuk mengandung bakteri sehingga menyebabkan infeksi mata.

“Maskara mungkin mengandung bakteri, dan infeksi mata serius sendir sudah terjadi. Mungkin bukan ide yang baik untuk mempertahankan maskara untuk waktu yang lama setelah dibuka atau untuk berbagi penggunaan dengan orang lain mengingat risiko infeksi kecil yang ada,” pungkas John.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini