nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa Susahnya Sih Kembangkan Tempat Wisata Labuan Bajo?

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 11:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 26 406 2035025 apa-susahnya-sih-kembangkan-tempat-wisata-labuan-bajo-qcbS0mavTz.jpg Labuan Bajo. (Foto: Okezone)

DALAM setiap pembangunan, tentu akan menemukan hambatan, termasuk ketika membangun destinasi wisata. Meskipun tujuannya untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan dengan menambah fasilitas, tak bisa dipungkiri pasti ada saja hal-hal yang dapat menghambat.

Saat ini Labuan Bajo masuk di daftar 10 Bali Baru dan menjadi destinasi wisata super prioritas. Dengan begitu, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata terus berupaya membangun dan mengembangkan destinasi wisata di sana. Salah satunya adalah mencanangkan konsep nomadic tourism.

Menurut Direktur Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, kualitas SDM merupakan tantangan tersendiri bagi pembangunan destinasi wisata di Labuan Bajo.

Baca Juga: Pakai Baju Lengan 3/4 Bikin Presiden Jokowi Terlihat Kece, Setuju?

Sebab bagaimanapun juga, masyarakat sekitar lah yang akan lebih sering berinteraksi dengan wisatawan. Apabila SDM di destinasi wisata belum mampu untuk berkembang, tentu pembangunan di sana menjadi lebih sulit.

"Dulu agak susah karena enggak ada kampus jadi pengembangan kualitas SDM menjadi tantangan. Kalau sekarang sudah ada politeknik jadi lumayan kebantu anak mudanya untuk mengembangkan kualitas." tutur Shana sewaktu ditemui Okezone.

"Selain itu, kami juga berusaha menjadikan masyarakat sekitar menjadi pelaku pariwisata," tambah dia.

Karenanya, guna menyiasati hal tersebut, Shana mengatakan pihaknya telah menyusun banyak program yang berfokus pada pengembangan desa pariwisata. Selain itu, fokus lainnya adalah melakukan pelatihan-pelatihan kepada para masyarakat, salah satunya dengan menjadi guide atau dive master.

Baca Juga: Berkenalan dengan Silvia Halim, Perempuan Cantik di Balik Suksesnya MRT Jakarta

Seperti diketahui, Labuan Bajo terkenal dengan obyek pariwisata lautnya. Jika masyarakat mampu menguasai di bidang tersebut, maka mereka bisa membantu mendampingi wisatawan untuk mengunjungi obyek wisata tertentu. Cara tersebut bisa menjadi sumber pemasukan ekonomi bagi masyarakat.

"Tapi tentunya untuk melakukan itu tidak mudah, dibutuhkan pelatihan-pelatihan profesional. Selain itu, kami juga akan memodifikasi kapal nelayan menjadi kapal wisata dengan standar yang telah ditentukan. Hal ini membuat mereka (masyarakat sekitar) bisa berlayar mencari ikan sambil mendampingi wisatawan sehingga menutupi biaya tambahan bahan bakar," jelas Shana.

Tantangan selanjutnya adalah peraturan daerah (perda) tentang pariwisata. Dijelaskan oleh Shana, tak sedikit perda yang belum jelas atau belum mengatur tentang pariwisata.

Hal ini, membuat pengusaha bergerak lebih cepat dibandingkan pemerintah daerah untuk mengembangkan destinasi wisata. Padahal pengembangan destinasi wisata dapat menjadi sumber penghasilan daerah.

"Jadi tugas kami di sini sebagai BOP adalah mendampingi pemerintah daerah agar istilahnya tidak kecolongan. Kami mendampingi mulai dari tata ruang, tata aturan investasi kaya gimana, serta keberpihakan terhadap pegawai lokal," tandas Shana.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini