nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apakah Zat Besi dalam Kontrasepsi Diperlukan Perempuan? Ini Penjelasan Dokter

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 12:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 26 481 2035009 apakah-zat-besi-dalam-kontrasepsi-diperlukan-perempuan-ini-penjelasan-dokter-VtvBmUqag7.png Wanita Hamil (Foto: Pixabay)

ANDA sering merasa lemas dan muncul rasa nyeri berlebih saat haid berlangsung? Jika iya, awas masalah anemia bisa mengintai Anda.

Proses pengeluaran darah saat haid ternyata mempengaruhi jumlah darah dalam tubuh perempuan. Semakin banyak darah yang hilang, maka tubuh pun akan mudah sakit dan ini yang kemudian disebut anemia. Kalau sudah terjadi, yang bisa dilakukan adalah dengan pengembalian jumlah darah dalam tubuh dengan asupan nutrisi atau jika perlu mengonsumsi zat besi dalam bentuk suplemen.

Baca juga :

Nah, bagaimana dengan kontrasepsi yang mengandung zat besi, apakah itu juga bisa jadi solusi pada mereka yang sedang merencanakan kehamilan? Lalu, apakah itu aman?

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Tirsa Verani, SpOG menjelaskan kalau ternyata itu cukup penting bagi tubuh perempuan. Terlebih pada mereka yang sedang menggunakan kontrasepsi. Sebab, ketika haid berlangsung, dikhawatirkan jumlah darah terkuras banyak dan ini yang akan mendorong perempuan ke masalah anemia yang lebih serius.

Dia menuturkan, kita tahu bersama juga waktu paling ideal menggunakan kontrasepsi adalah di hari pertama menstruasi. Nah, dengan kontrasepsi yang mengandung zat besi (FE), maka kadar besi dalam tubuh si perempuan tetap terjaga atau setidaknya meminimalisir kehilang darah yang banyak.

"Jadi, dengan penambahan zat besi dalam kontrasepsi, setidaknya perempuan tidak merasa khawatir akan terjadinya anemia dalam tubuhnya," ungkap dia pada Okezone, di kawasan Jawa Barat, Senin (26/3/2019).

Lalu, kenapa anemia menjadi salah satu hal yang menjadi fokus perhatian para perempuan?

Fakta menjelaskan kalau satu dari tiga perempuan Indonesia mengalami anemia dan sebanyak 60 persen penyebabnya adalah kurangnya asupan zat besi. Padahal, seorang ibu dituntut untuk selalu aktif dan dinamis agar dapat menjalankan aktivitasnya secara seimbang.

Dengan tingginya angka anemia, ini juga yang membuat angka kematian ibu tinggi. Karena itu, sambung dokter Tirsa, perempuan disarankan untuk mencukupi zat besi tubuhnya dengan mengonsumsi daging merah dan sayuran hijau secara cukup setiap harinya.

"Di negara maju, mereka sudah cukup sadar akan asupan makanan yang dikonsumsi. Nah, di Indonesia hal seperti ini menurut saya masih kurang. Faktor nutrisi ini yang kemudian membuat perempuan Indonesia masih banyak yang mengalami anemia. Jadi, cukupi asupan nutrisi supaya tubuh tetap sehat," papar dokter Tirsa.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini