nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Gejala Endometriosis yang Harus Diwaspadai

Harisah Chamil, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 18:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 26 481 2035224 7-gejala-endometriosis-yang-harus-diwaspadai-MZYO65envx.jpg Ilustrasi (Foto: Dietdoctor)

Maret adalah bulan kesadaran Endometriosis, penyakit yang memengaruhi sekira 200 juta wanita di seluruh dunia. Gejala endometriosis sering terlewatkan atau bahkan diabaikan.

Dilansir dari Sheknows, Selasa (26/3/2019), alasannya bukan karena wanita takut atau malu untuk berbagi gejala kepada dokter. Tetapi masalahnya adalah bahwa banyak dari kita masih tidak tahu tanda-tanda yang terjadi dalam Endometriosis.

Meskipun tidak ada satu gejala yang dapat mengkonfirmasi diagnosis ini dan hanya operasi secara resmi yang dapat mengonfirmasi endometriosis, bukan berarti kita mengabaikannya. Menurut The Endometrosis Foundation of America dan The Endometrosis Association of America, tanda-tanda endometriosis berikut ini tidak boleh diabaikan:

Kram saat haid

Dokter Alyse Kelly-Jones, di Novant Health Mintview di Charlotte, mengatakan bahwa salah satu tanda peringatan endometriosis adalah kram menstruasi. Dalam kondisi ini membuat Anda yang merasakannya tidak bisa bergerak, berbaring di tempat tidur selama berhari-hari setiap bulan. Tetapi ketika sakit itu tidak kunjung sembuh, segeralah pergi ke dokter.

Nyeri saat berhubungan seks (dispareunia)

Gejala ini adalah salah satu yang tidak mengenakkan. Meskipun Anda dapat mengendalikan rasa sakit saat berhubungan seks, tetapi gejala dispareunia tersebut dapat membahayakan Anda.

“Endometriosis dapat tumbuh di dalam organ wanita di mana saja. Ketika seorang wanita aktif secara seksual dan merasakan sakit, dia perlu waspadai adanya endometriosis,” ujar Dr. Kelly Jones.

 Baca Juga: 6 Khasiat Sehat Daun Kelor, si Peluntur Susuk yang Laku Diekspor

 

Nyeri pinggul saat haid (dismenore)

Bagi beberapa penderita endometriosis, nyeri pinggul saat haid seperti merasakan satu periode panjang yang tidak kunjung henti. Ketika pendarahan berhenti, tetapi nyeri di pinggul masih dirasakan ,itu karena ada penekanan pada pembuluh darah dan pasokan oksigen ke dalam rahim terhambat sehingga menimbulkan nyeri.

Periode haid yang tidak normal

Periode haid biasanya akan berlangsung lima sampai tujuh hari. Tetapi tidak dengan wanita endometrosis, menurut The Endometrosis Foundation of America, seseorang yang merasakan endometriosis ini mungkin menderita pendarahan yang hebat dan periodenya melampaui tujuh hari.

 Baca Juga: Cara Mudah Obati Cantengan, Tak Perlu Repot ke Dokter

Nyeri pada punggung bagian bawah, perut, atau pangkal paha

Saat haid, nyeri perut dan pinggang merupakan hal yang wajar akibat otot rahim dalam mengeluarkan darah mentsruasi. Dokter Levine menjelaskan bahwa saraf yang terkait dengan pinggul bertumpukan dengan saraf punggung bagian bawah, perut, pangkal paha, peradangan ini dapat menyebabkan nyeri yang kronis.

Kembung

Dokter Sherry Ross, dari Pusat Kesehatan Providence Saint John, mengatakan bahwa saat perut merasakan kembung dan terasa sakit adalah gejala endomentriosos yang mengerikan. Endometriosis dapat tersebar di seluruh usus yang menyebabkan fungsi tersebut menjadi tidak normal.

Sakit dada

Menurut Dr. Ross, endometriosis dapat muncul pada ligamen, saraf yang dapat menyebabkan nyeri dada terutama pada saat menstruasi.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini