nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dokter Tarik Paksa Tali Pusar, Ibu Muda Ini Meninggal Dunia Seketika

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 21:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 26 481 2035323 dokter-tarik-paksa-tali-pusar-ibu-muda-ini-meninggal-dunia-seketika-xiIOR2Hbv6.jpg Alisa, ibu muda yang meninggal karena malapraktik (Foto: Mirror)

Kasus malapraktik ternyata tidak hanya dialami oleh orang-orang dari negara berkembang saja. Belum lama ini, seorang wanita muda asal Rusia dilaporkan meninggal dunia sesaat setelah melahirkan anak pertamanya.

Dilansir Okezone dari Mirror, Selasa (26/3/2019), Alisa Tepikina, 22 tahun, tampak berseri-seri ketika melihat bayi perempuan yang ia beri nama Anna untuk pertama kalinya. Namun tak selang berapa lama kemudian, ia tiba-tiba menjerit kesakitan dan setelah itu dilaporkan meninggal dunia.

Menurut laporan medis, Alisa meninggal karena mengalami rasa sakit luar biasa ketika dokter kandungan yang menanganinya menarik tali pusar secara paksa. Kejadian ini dianggap sebagai salah satu kelalaian medis yang menyebabkan kematian, dan termasuk dalam kasus kriminal.

 

Berdasarkan hasil investigasi kepolisian lokal, plasenta atau tali pusar sang bayi ditarik secara paksa oleh tim medis sehingga terpisah dari rahim Alisa.

 Baca Juga: 7 Gejala Endometriosis yang Harus Diwaspadai

Ayah Alisa, Dmitry Malyukov, 47 tahun, mengatakan, "Kami diberi tahu bahwa 'kelahiran' normal tidak bisa terjadi. Para bidan kemudian memanggil dokter kandungan berusia 27 tahun, yang baru saja dipercaya untuk menangani pasien. Ia mulai menarik tali pusar dengan kasar".

Saat proses tersebut berlangsung, Dmitry mengungkapkan bahwa Alisa terlihat sangat menderita dan berteriak kesakitan. Namun sayang, sang dokter tidak memperhatikan keluhannya.

 

Beruntung, pihak keluarga memiliki beberapa teman yang bekerja di rumah sakit tersebut, dan menyaksikan apa yang telah dilakukan oleh dokter itu. Mereka kemudian mengumpulkan bukti untuk diberikan kepada pihak berwajib.

 Baca Juga: Peneliti LIPI Bantah Daun Kelor Bisa Lawan Tubuh Kebal Peluru

"Dia menarik tali pusar dengan kekuatan yang besar hingga membuat rahimnya (Alisa) terbalik. Alisa menjerit begitu keras hinga bisa didengar di seluruh rumah sakit. Rasanya seperti sedang berada di abad pertengahan melihat kejadian tersebut. Akibat tindakan ceroboh itu, Alisa mengalami pendarahan hebat dan koma. Pihak dokter mengklaim bahwa ia menderita serangan jantung, dan tidak sadarkan diri," ungkap Dmitry.

 

Kala itu, pihak keluarga telah menyediakan sebuah helikopter untuk membawa Alisa ke rumah sakit beda yang lebih besar. Namun kondisinya dianggap terlalu lemah untuk terbang.

Satu-satunya cara adalah memanggil ahli bedah untuk melakukan operasi lanjutan. Namun mereka gagal melakukan. Pihak rumah sakit secara resmi melaporkan berita kematian Alisa dengan alasan mengalami 'kejutan hebat' yang disebabkan oleh rasa sakit.

Sementara itu, Elena Barannikova selaku kepala dokter di rumah sakit Nizhneserginskaya mengklaim bahwa keluarga Alisa tidak dapat menyalahkan pihak dokter atas kejadian malang yang menimpa pasien.

"Ini jarang terjadi, tetapi bisa terjadi," tutur Elena.

Kendati demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan penyidikan dan mengumpulkan bukti terbaru. Hal tersebut dilakukan, setelah ahli kandungan senior Rusia membenarkan adanya 'pengangkatan plasenta secara agresif' dalam kasus ini.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini