nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengapa Orang Melakukan Masturbasi? Ini Jawaban Ahli Medis

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 00:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 26 485 2035371 mengapa-orang-melakukan-masturbasi-ini-jawaban-ahli-medis-nkswyad7Mg.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Berhubungan seksual dengan pasangan adalah cara terampuh untuk menyalurkan hawa nafsu dan fantasi liar seseorang. Namun, bagaimana jika pasangan sedang enggan bermain di ranjang? Maka masturbasi bisa jadi salah satu solusinya.

Secara harfiah, masturbasi adalah stimulasi diri pada alat kelamin untuk mencapai gairah dan kesenangan seksual, dan biasanya sampai pada titik orgasme. Dalam hal ini, biasanya seseorang akan menyentuh, membelai, dan memijat penis atau klitoris hingga orgasme tercapai. Beberapa wanita terkadang menggunakan rangsangan vagina untuk bermasturmasi atau menggunakan sex toys, seperti vibrator.

Hampir semua orang pernah melakukan masturbasi. Perilaku ini dianggap sangat umum, bahkan bagi mereka yang sudah memiliki pasangan sekali pun. Dalam sebuah penelitian nasional, 95% pria dan 89% wanita melaporkan bahwa mereka telah melakukan masturbasi.

 Baca Juga: Alat Kontrasepsi Gel untuk Pria, Benarkah Bisa Cegah Kehamilan?

Masturbasi digadang-gadang sebagai tindakan seksual pertama yang dialami oleh sebagian besar pria maupun wanita. Pada anak remaja, masturbasi adalah bagian normal dari eksplorasi tubuh yang mereka lakukan.

Menariknya, sebagian orang masih melakukan kebiasaan ini meski mereka sudah beranjak dewasa, memiliki pasangan, dan ada juga yang melakukannya sepanjang hidup mereka.

 

Mengapa orang melakukan masturbasi?

Selain membuat suasana hati menjadi lebih baik, masturbasi adalah cara terbaik untuk menghilangkan ketegangan seksual yang menumpuk dari waktu ke waktu. Terutama bagi orang-orang tanpa pasangan atau pasangannya tidak bersedia untuk berhubungan seks.

Masturbasi juga merupakan alternatif seksual yang aman bagi orang yang ingin menghindari kehamilan dan bahaya penyakit menular seksual. Kegiatan seks ini juga diperlukan ketika seorang pria harus memberikan sampel sperma untuk pengujian infertilitas, atau ketika mereka hendak menyumbangkan sperma.

Tidak hanya itu, ketika seorang pria atau wanita dewasa diduga mengalami disfungsi seksual, masturbasi seringkali direkomendasikan oleh para terapis untuk memungkinkan seseorang mengalami orgasme, atau menundanya.

Apakah masturbasi itu normal?

Meski dulu sempat diidentikkan sebagai gejala-gejala gangguan kesehatan mental atau penyimpangan, masturbasi sekarang dianggap sebagai aktivitas seksual normal, sehat, menyenangkan, memuaskan, dan aman. Ini adalah cara yang baik untuk mendapatkan kenikmatan sesual dan dapat dilakukan sepanjang hidup.

Masturbasi hanya dianggap masalah ketika menghambat aktivitas seksual dengan pasangan, dilakukan di depan umum, atau menyebabkan tekanan signifikan pada orang tersebut. Demikian dilansir dari WebMD, Rabu (27/3/2019).

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini