nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dibuat Mirip Bali, Labuan Bajo Usung Konsep Nomadic Tourism

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2019 09:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 26 612 2034981 dibuat-mirip-bali-labuan-bajo-usung-konsep-nomadic-tourism-oB5h0XpNJx.jpg Labuan Bajo. (Foto: Okezone)

GUNA menggaet wisatawan mancanegara dan terus memperkenalkan destinasi wisata lain yang tak kalah menarik di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 Bali Baru. Tapi, ada 4 destinasi yang masuk dalam kategori super prioritas, salah satunya adalah Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

Keindahan alam terutama lautan di Labuan Bajo memang sudah tak diragukan. Banyak spot diving dan snorkeling kelas dunia di sana. Selain itu, beberapa destinasi wisata juga sering menjadi tujuan karena memiliki spot foto Instagramable yang kini tengah populer, sebut saja Pulau Padar.

Baca Juga: 5 Tampilan Seksi Isabela Dora The Explorer Moner, Rela deh Tersesat Bareng

Meski begitu, pembangunan di destinasi wisata tersebut harus terus dilakukan agar semakin menarik wisatawan. Terutama dalam segi fasilitas meliputi 3A yaitu atraksi, amenitas, dan aksebilitas.

Ditemui Okezone dalam acara 'Wonderful Startup Academy', Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pembangunan destinasi bisa memakan waktu hingga 30 tahun.

"Waktunya cukup lama, oleh karenanya saya mengambil solusi sementara yaitu nomadic tourism. Solusi sementara ini sudah saya resmikan di Borobudur, di Danau Toba sedang berjalan, dan sekarang di Labuan Bajo," ujar Menpar Arief di atas kapal phinisi Sea Safari Cruises.

Menurutnya, pemilihan solusi nomadic tourism dimaksudkan agar pembangunan destinasi bergerak cepat. Dengan begitu, hasilnya bisa segera dilihat terutama dalam sisi amenitas. Menpar Arief mencontohkan di Pulau Saloka akan dibangun fasilitas nomadic tourism seperti coworking space, glamp camp, dan lain-lain. Selain itu, di bagian daratan juga akan dibangun 10 homestay.

Baca Juga: Butet Kartaredjasa Masuk Rumah Sakit Setelah Minum Es Lemon Tea, Ini Kata Dokter

"Semuanya dipastikan selesai di tahun 2019. Jadi kira-kira Juni atau Juli wisatawan sudah bisa datang menikmatinya," tutur Menpar Arief.

Di sisi lain ia mengatakan kedatangannya ke Labuan Bajo kali ini adalah dalam upaya meyakinkan nomadic tourism akan cepat terealisasi.

"Pembangunan amenitas atau akomodasi pasti lama, maka solusinya nomadic tourism. Kalau atraksi di Labuan Bajo sudah tidak usah ditanya, diving dan snorkeling-nya merupakan spot terbaik di dunia. Lalu untuk akses pasti nanti Bandara Komodo menjadi bandara internasional, sekarang masih dalam proses tender," terang Menpar Arief.

Waizly Darwin selaku Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Digital Marketing menyebut, konsep nomadic tourism di Labuan Bajo sebenarnya sudah ada sejak dulu, lantaran secara alami sudah banyak konten yang berhubungan dengan nomadic.

"Sudah ada hostel yang dibangun, bangun glamping, life in board, itu kita apresiasi. Ke depannya inovasi harus terus ditingkatkan lagi agar bisa menyasar semua kalangan termasuk luxpacker," pungkasnya saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini