nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IFW 2019, Musa Widyatmodjo Buka Pameran dengan Eksotisme Borneo

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 15:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 27 194 2035655 ifw-2019-musa-widyatmodjo-buka-pameran-dengan-eksotisme-borneo-KA1dUEOTu6.jpg IFW 2019. (Foto: Okezone)

AJANG Indonesia Fashion Week 2019 selalu dinantikan pencinta fesyen di Tanah Air. Dalam opening ceremony, Musa Widyatmodjo mempersembahkan fesyen show eksotis yang mengusung budaya Borneo.

Para pencinta fesyen yang hadir di JCC Senayan berdecak kagum melihat karya-karya cantik dari desainer senior Indonesia itu. Musa Widyatmodjo mendapat kehormatan besar dalam pembukaan IFW 2019 dengan menghelat fashion show bertajuk Viro Dream.

Musa Widyatmodjo sangat bangga bisa menjadi desainer fesyen pertama yang menggunakan bahan eco faux dalam karya ini. Dia menampilkan 9 koleksi kostum wanita dan pria, serta 33 model tas dari anyaman bahan eco faux super kreatif.

Baca Juga: Pamer Baby Bump, Aura Kasih Tampil Seksi Pakai Dress Ketat

"Walau terbilang material baru, saya cukup terpukau dengan kualitas dan hasil akhirnya. Karena bahan eco faux ini serba guna yang kokoh," ujar Musa Widyatmodjo ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Menurutnya, bahan eco faux ini cukup lentur dijadikan banyak macam aksesoris. Mulai dari sandal, tas, dan head piece. Bahan eco faux ini mudah diaplikasikan sebagai alternatif material, dengan sentuhan anyaman dan autentik khas Nusantara.

Materinya berupa serat non-natural yang berasal dari bahan high-density polyethylene, dengan look dan feel mirip anyaman rotan, bambu dan alang-alang. Biasanya bahan eco faux dipakai sebagai desain interior dan eksterior ruangan, yang tahan rembetan api dan aman dipakai sampai 20 tahun.

"Walau penggunanya masih terbatas, tak ada salahnya para desainer lain mengkreasikan sebagai busana," katanya.

Baca Juga: Viral Nenek 53 Tahun Photoshoot, Body-nya Masih Seksi dan Nyaris Telanjang

Perhelatan IFW 2019 sendiri mengangkat budaya Kalimantan yang sangat kaya. Apalagi dengan tema Culture Value bisa mewakili kekayaan khasanah Borneo.

Presiden IFW Poppy Dharsono mengatakan, desainer bisa terinspirasi saat merancang busana dan berbagai item fesyen lainnya. Nuansanya sangat unik dan berbeda dari yang lain.

"Dapat kita lihat budaya Kalimantan ini banyak ilustrasi perisai, flora dan fauna yang jadi ciri khas. Rasanya jarang sekali pelaku industri fesyen mengangkat khasanah budaya Kalimantan," ujar Poppy.

Sebagian budaya dan suku-suku di Kalimantan merupakan hasil adaptasi, akulturasi dan asimilasi unsur budayanya. Misalnya saja sarung Samarinda, sarung tenun Pagatan, benang bintik dayak, kain sasirangan dari Banjarmasin, dan sebagainya.

Supaya tidak penasaran, pencinta fesyen bisa menyaksikan semua budaya khas Kalimantan lewat peragaan busana. IFW 2019 bakal dimeriahkan oleh ratusan pelaku bisnis fesyen dan perancang busana dari seluruh penjuru Tanah Air. Acara dihelat mulai 27 Maret-31 Maret 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini