nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kampanye di Dumai Jokowi Cicipi Kopi Lokal, Seperti Ini Keunikan Kopi Khas Riau

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 15:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 27 298 2035645 kampanye-di-dumai-jokowi-cicipi-kopi-lokal-seperti-ini-keunikan-kopi-khas-riau-id49XiDNDh.jpg Presiden Jokowi mencicipi kopi khas Dumai (Foto: Istimewa)

Wisata kuliner kini menjadi agenda wajib bagi para pejabat pemerintah yang tengah melakukan kunjungan kerja atau berkampanye ke sejumlah daerah di Tanah Air. Tak terkecuali bagi Presiden Joko Widodo.

Selasa, 25 Maret 2019, Capres nomor urut 01 itu diketahui sedang berkampanye di Taman Bukit Gelanggang, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Riau.

Di waktu senggangnya, Jokowi menyambangi sebuah kedai kopi lokal ditemani Ketua Tim Kampanye Nasional, Erick Tohir. Jokowi mengatakan, kopi khas Riau memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu produk kopi unggulan nasional.

"Produk-produk unggulan seperti ini (kopi) harus diangkat. Jangan sampai hanya jadi produk lokal saja tapi kalau bisa dinasionalkan," kata Jokowi.

"Kopi ini, ini, ini, hanya Rp12 ribu. Rasanya internasional, harganya sangat lokal, rasanya global, rasa internasional, sampai habis," timpalnya.

Menilik lebih jauh pernyataan Jokowi, Okezone mencoba menelusuri perkembangan industri kopi di Provinsi Riau. Selidik punya selidik, Riau punya satu jenis kopi unggulan yang ternyata sudah mendunia yakni, kopi Liberika.

minum kopi

Kopi ini dibudidayakan di hampir seluruh kabupaten dan kota yang ada di Riau. Hanya kota Pekanbaru saja yang tidak memiliki perkebunan kopi sama sekali.

Menariknya, jika kebanyakan tanaman kopi yang tumbuh di dataran tinggi berjenis arabika, di Riau justru Kopi Liberika yang paling banyak dibudidayakan. Bila ditilik dari asal usulnya, kopi Liberika berasal dari Liberia, sebuah negara di Afrika.

Menurut sejarah, jenis kopi ini memang sengaja didatangkan ke Indonesia karena perkebunan kopi arabika milik kolonial Belanda terserang hama. Kopi Liberika kemudian dijadikan alternatif karena lebih tahan terhadap serangan hama, ujar seorang pegiat kopi bernama Fiko.

Selain itu, ada juga cerita lain yang menyebutkan bahwa masuknya kopi Liberika ke Riau, terutama di Kepulauan Meranti, tidak terlepas dari peran seorang warga bernama Haji Saleh yang baru saja melakukan kunjungan ke Batu Pahat, Johor, Malaysia di tahun 1942. Kemudian muncul lah beberapa perkebunan kopi di sekitar Kepulauan Meranti yang menjadi cikal bakal, Kopi Meranti.

Kopi Liberika asal Meranti ternyata sudah memiliki pasar tersendiri, baik di dalam maupun di luar negeri. Sejak dulu, kopi ini sangat digemari oleh masyarakat Malaysia. Peminat Kopi Meranti juga diketahui terus meningkat setiap tahunnya.

Nah, berbicara soal rasa dan keistimewaan Kopi Liberika, secara umum kopi ini memiliki ciri khas rasa yang tidak terlalu asam dengan sensasi aroma sayuran yang samar. Keunikan rasa inilah yang membuat kopi Liberika cukup digemari oleh para pencinta kopi Nusantara. Namun perlu diketahui bahwa aroma sayur ini berasal dari hasil pengolahan yang kurang sempurna.

(hel)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini