nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berkunjung ke Selayar, Menpar Arief Pukul Gong Nekara yang Bersejarah

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 17:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 27 406 2035676 berkunjung-ke-selayar-menpar-arief-pukul-gong-nekara-yang-bersejarah-GaC7FXVzgO.jpg Menteri Pariwisata Arief Yahya memukul Gong Nekara di Kepulauan Selayar (Foto: menpar.ariefyahya/Instagram)

Usai meninjau lokasi nomadic tourism di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Menteri Pariwisata Arief Yahya kembali melakukan kunjungan ke Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Di sana dirinya juga berkesempatan untuk berlayar dan mengunjungi Gong Nekara. Hal itu terlihat dari foto dan video yang diunggahnya ke media sosial.

“Sobat Wisata, saat berada di Kep Selayar, Sulsel, saya sempat mampir di Gong Nekara, yang konon terbesar di dunia. Bahkan menurut banyak orang di Selayar, lebih besar dari gong nekara yang terbuat dari yang ada di delta Sungai Merah Vietnam Utara. Tempatnya persis 25 meter sebelum pintu masuk hutan mangrove di pantai Matalalang,” tulisnya pada keterangan seperti yang Okezone kutip dari Instagram @menpar.ariefyahya, Rabu (27/3/2019).

 

Gong yang bentuknya menyerupai seperti panci terbalik itu memiliki tinggi kira-kira 95 cm. Luas permukaan lingkar luarnya mencapai 396 cm2 sedangkan lingkar tengahnya 340 cm2. Dahulu gong tersebut digantung dan dipercaya bisa menjadi alat pemanggil hujan.

 Baca Juga: Peran UMKM Kembangkan Destinasi Wisata Labuan Bajo

Berdasarkan keterangan dari pemandu yang ikut bersama rombongan Menpar Arief, gong tersebut memiliki batu mulia dan berbahan dasar perunggu. Di bagian tengah gong terdapat simbol matahari dan di bagian lain ada simbol air. Ada pula motif flora dan fauna di gong serta 4 arca berbentuk kodok yang berfungsi sebagai gantungan.

 

Konon, gong tersebut berasal dari kapal milik warga China, Dong Son yang terdampar. Menurut Menpar Arief, Gong Nekara merupakan simbol jika Kepulauan Selayar sudah sejak dahulu menjadi tempat transit kapal perdagangan.

 Baca Juga: Liburan di Gunung Bersalju, Ini Beda Gaya Keseruan Princes Syahrini dan Luna Maya, Nomor 3 Paling Menohok

“Ini (gong) memperkuat sejarah, bahwa sejak dulu, Selayar sudah menjadi tempat transit, kapal-kapal besar dari banyak negara. Karena itu, Selayar yang memiliki potensi alam bawah laut yang hebat, seperti Takabonerate, bisa juga dilewatkan saat Yacht melakukan reli regatta setiap tahunnya,” tambah Menpar Arief.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menpar Arief yang mengenakan kemeja dan kacamata hitam serta selendang berwarna merah juga berkesempatan memukul gong. Menggunakan tangan kosong, dia memukul bagian tengah gong yang memiliki simbol gong. Terdengar bunyinya cukup nyaring meskipun diletakkan. Terbayang suara yang keluar akan lebih besar lagi jika gong digantung dan dipukul menggunakan alat khusus.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini