Warga Tangsel Kini Bisa Berobat Gratis di Rumah Sakit Swasta

Hambali, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 13:04 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 27 481 2035580 warga-tangsel-kini-bisa-berobat-gratis-di-rumah-sakit-swasta-yU7UZ4ZAWZ.jpg

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni menambahkan, 99,86 persen warga Tangsel yang memiliki jaminan kesehatan itu di bagi antara mereka yang sudah ikut JKN sebelumnya, dengan mereka yang terdaftar baru.

"Angka 99,86 persen dari jumlah penduduk itu, termasuk tambahan sebesar 470.834 jiwa yang digabungkan, pada Desember 2018 saat ini. Jadi Desember itu, kita sebenarnya sudah UHC, sudah 99,86 persen," ungkap Deden di kantornya.

Kepala Seksi Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan Masyarakat, Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Tangsel, Ridwan mengatakan, sistem jaminan kesehatan ini sudah dirasakan semua warga Tangsel.

"Kalau pada awalnya sebelum UHC, KTP Tangsel itu hanya berlaku di Puskesmas dan RSU, kini dengan KTP Tangsel warga juga bisa berobat di RS swasta," jelasnya.

Menurutnya, warga menjadi dimudahkan dengan sistem pelayanan jaminan kesehatan ini. Karena, mereka hanya cukup membawa KTP Tangsel saja, sudah bisa berobat diseluruh RS yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, yang ada di Tangsel, namun sebelumnya harus dipastikan dulu bahwa NIK pada KTP tersebut sudah terdaftar pada BPJS kesehatan sebagai peserta PBI APBD.

"Bagi warga Tangsel yang berobat, baik di RSU maupun di RS swasta, bisa dengan cara tunjukkan KTP Tangsel, karena kartu JKN-KIS sebagai tanda kepesertaan PBI APBD dari program UHC belum selesai dicetak. Nanti akan dicek NIK-nya, sudah terdaftar atau belum, dan bisa dilayani sebagai pasien BPJS," ucapnya lagi.

Ridwan pun mengingatkan, layanan ini berlaku untuk semua warga Tangsel yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Mereka yang belum terdaftar juga bisa tetap mendapatkan pelayanan dengan cukup menunjukkan e-KTP Kota Tangsel saja.

Baca Juga : Viral 9 Suster di Rumah Sakit Hamil Berbarengan, Kalau Lahiran Siapa yang Jaga Ya?

"Untuk warga yang belum terdaftar, bisa tetap berobat di Puskesmas. Nanti ada mekanisme tambah-kurang, jadi dimungkinkan untuk penambahan peserta. Nanti Puskesmas yang mendaftar, untuk selanjutnya mengajukan ke dinas kesehatan untuk didaftarkan ke BPJS kesehatan sebagai peserta PBI APBD," terangnya.

Dari puskesmas, daftar peserta tambahan akan diteruskan ke Dinkes Tangsel. Selanjutnya, pihak Dinkes Tangsel yang akan mendaftarkannya ke BPJS Kesehatan. Sehingga, tidak ada keluhan sebelumnya dimana sempat dikabarkan ada pasien yang ditolak saat berobat.

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini