nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meja Kerja Berdiri Bakal Diperbanyak di Perkantoran Jepang, Apa Gunanya?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 19:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 27 481 2035687 meja-kerja-berdiri-bakal-diperbanyak-di-perkantoran-jepang-apa-gunanya-K9GdMtM7eG.jpg Meja Kerja Sambil Berdiri di perkantoran Jepang (Foto: Asiaone)

SEBAGAI seorang manusia, Anda pasti pernah merasakan kelelahan. Ya, jika rasa lelah mulai menghampiri maka cara satu-satunya yang bisa dilakukan adalah duduk terdiam dan beristirahat.

Nah ternyata, duduk terlalu lama bukanlah sebuah hal yang menyehatkan. Federasi warga senior di Nonoichi, Prefektur Ishikawa, meluncurkan kampanye sejak dua tahun lalu yang disebut dengan “Stand Up 301”.

Mereka mendorong para lansia untuk bangun setidaknya sekali setiap 30 menit. Mereka bekerjasama dengan pemerintah kota untuk melakukan hal ini. Pada pertemuan klub, mereka mendorong anggotanya untuk berdiri sambil berbicara.

 BACA JUGA : Viral Nenek 53 Tahun Photoshoot, Body-nya Masih Seksi dan Nyaris Telanjang

Mereka juga menyerukan agar mereka berdiri secara berkala dan melakukan peregangan dalam acara-acara ceramah untuk orang tua.

 

“Kami telah bekerja untuk membuat proyek ini terkenal di setiap klub warga senior, dan itu juga mulai dipraktikkan di tingkat rumah tangga. Lebih banyak orang, uang sebelumnya tidak keluar sangat sering, muncul di tempat pertemuan sekarang,” terang Ketua Federasi, Hiroshi Nishimura, sebagaimana dilansir Asia One, Rabu (27/3/2019).

Seiring bertambahnya usia, para lansia cenderung duduk dalam jangka waktu yang lebih lama. Mereka biasa menghabiskan banyak waktu untuk menonton TV yang merupakan indikator lamanya waktu duduk.

Oleh sebab itu, lembaga ini berusaha membuat adanya hubungan antara waktu duduk yang kurang dengan peningkatan produktivitas.

Menurut survei Lembaga Riset Budaya NHK Broadcasting, waktu menonton TV meningkat seiring bertambahnya usia. Pada usia 60-an, pria menghabiskan tiga jam dan 59 menit untuk menonton televisi setiap harinya.

Sementara wanita menghabiskan waktu lebih lama dengan empat jam dan 21 menit. Pasa usia 70 tahun-an ke atas, angka-angka tersebut meningkat menjadi 5 jam dan 16 menit untuk pria dan 5 jam dan 29 menit untuk wanita.

Kekhwatirannya adalah duduk berlebihan dapat menyebabkan trombosis vena dalam dan efek kesehatan negatif lainnya telah meningkat sejak lama. Kabarnya mekanisme di tempat kerja belum sepenuhnya dipahami.

Ketika kita tidak menggerakkan otot-otot besar di bagian bawah tubuh, ini menghambat penyerapan gula darah ke dalam otot," kata Yuko Kai selaku peneliti senior di Physical Fitness Reserach Institute.

Ketika kadar gula darah dan trigliserida meningkat, risiko penyakit seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular meningkat. Perusahaan mulai mengambil tindakan serius dalam beberapa tahun terakhir untuk mengatasi duduk berlebihan untuk para karyawan mereka.

Upaya tersebut telah dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran tentang efek negatif pada produktivitas yang disebabkan oleh masalah kesehatan. Di kantor pusat Rakuten, di Setagaya Ward, Tokyo, setiap meja karyawan dapat diubah sesuai ketinggian yang mereka inginkan. Kantor menggunakan meja berdiri yang dapat disesuaikan naik dan turun dengan motor listrik.

 

Sementara beberapa karyawan duduk di kursi dan membaca dokumen, karyawan lainnya berdiri untuk bekerja di komputer mereka.

Ken Mukai, yang bekerja di Departemen Sumber Daya Manusia Rakuten, mengangkat mejanya dan bekerja pada saat-saat ketika ia mengantuk setelah makan siang.

Pada 2015, perusahaan tersebut memperkenalkan sekitar 13.000 meja kerja untuk seluruh tenaga kerjanya, termasuk karyawan kantornya di luar negeri. Mereka berharap hal ini dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas.

"Itu membebaskan kita dari bekerja dalam posisi yang sama untuk waktu yang lama dan bahkan mempromosikan pemikiran yang lebih bebas," kata seorang karyawan .

Produsen kawat listrik yang berbasis di Tokyo, Fujikura juga telah memperkenalkan meja berdiri tersebut.

 BACA JUGA : Viral 9 Suster di Rumah Sakit Hamil Berbarengan, Kalau Lahiran Siapa yang Jaga Ya?

"Kami telah mengadopsi mereka sebagai strategi manajemen. Menciptakan lingkungan sehat yang berkelanjutan bukanlah biaya, tetapi investasi," kata Mr Kenichiro Asano, wakil manajer yang bertanggung jawab atas promosi manajemen kesehatan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini