nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini yang Bakal Terjadi pada Tubuh Jika Anda Kerja Terus

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 18:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 27 481 2035719 ini-yang-bakal-terjadi-pada-tubuh-jika-anda-kerja-terus-kD3Y4bfgVI.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

DOYAN bekerja memang tidak ada salahnya, terlebih jika apa yang Anda kerjakan adalah sesuatu yang membuat bahagia. Bekerja tidak dirasakan seperti bekerja.

Tapi, bagaimana pun tubuh Anda membutuhkan istirahat dan tidak bisa diaktifkan secara terus-menerus. Kalau dilakukan, yang bakal terjadi adalah tubuh Anda memberi tanda seperti nyeri pada bagian tubuh atau malah bisa dalam bentuk gejala serius.

Jika menilik pada ketetapan pemerintah, khususnya yang ditetapkan pada Pegawai Negeri Sipil, jam kerja setiap harinya adalah 9 jam, mulai dari jam 8 hingga pukul 5 sore. Namun, pada kenyataannya orang akan bekerja lebih lama dari aturan yang ada. Mungkin Anda salah satunya?

Memang mengenai jam kerja, kita sendiri yang harus bisa mengukurnya. Bagi seseorang rasanya 24 jam kerja itu kurang, tetapi kita harus selalu ingat, tubuh ini bukan mesin. Kita berusaha berada dalam kondisi kerja 8 jam untuk kerja berat, 8 kerja untuk bekerja ringan, dan 8 kerja untuk istirahat. Waktu tidur harus diusahakan optimal, 6 jam tidur di malam hari sudah cukup untuk membuat kita segar di pagi hari.

 Baca Juga: Kisah DJ Loheit, Pengidap Penyakit Langka Dwarfisme yang Jago Breakdance

Melihat fenomena ini, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr Ari Fahrial Syam, SpPD, memberikan penjelasan, jika Anda termasuk orang yang suka bekerja, tidak ada salahnya untuk mengambil sedikit waktu jeda untuk bersitirahat di kantor.

"Di seling waktu bekerja, tidur terlelap sesaat kadang kala dibutuhkan untuk membuat kita merasa segar kembali. Suplemen termasuk kopi dapat digunakan untuk kesegaran, tetapi tetap juga harus digunakan dengan bijaksana misalnya sebanyak-banyaknya hanya 3 cangkir sehari-semalam," terangnya pada Okezone melalui pesan singkat, Rabu (27/3/2019).

Bahkan, jika bicara mengenai asupan kopi setiap harinya, dokter Ari menambahkan, untuk para orangtua, disarankan cukup satu cangkir kopi per harinya. Tetapi, seberapa banyak dan canggih vitamin yang Anda konsumsi untuk tubuh yang lelah, obatnya tetap hanya istirahat.

 Baca Juga: Liburan di Gunung Bersalju, Ini Beda Gaya Keseruan Princes Syahrini dan Luna Maya, Nomor 3 Paling Menohok

Sebagaimana kita ketahui, pemenang nobel kedokteran beberapa tahun lalu jatuh pada penemu jam biologis. Hal ini seperti mengingatkan kepada semua umat manusia, keberadaan siang-malam ini menandakan kepada kita ada waktu kerja dan ada waktu istirahat. Irama sirkardian tubuh juga sejalan dengan waktu siang dan malam.

Ada hormon-hormon yang dilepaskan tubuh saat malam dan jika kondisi kita sedang bekerja tentu pengeluaran hormon ini tidak optimal.

"Ketika malam dijadikan waktu bekerja dan pagi juga tetap bekerja dan hanya beristirahat di waktu-waktu tertentu, maka kita akan terpapar dengan berbagai kondisi penyakit," tegas dokter Ari.

Dia melanjutkan, tubuh akan stres dengan kondisi yang tidak teratur tersebut. Apalagi jika ditambah dengan gaya hidup yang tidak sehat misalnya merokok dan minum alkohol, mengonsumsi makan yang berlebih-lebihan dengan jumlah kalori yang tinggi yang tidak sesuai dengan yang seharusnya, ini akan memperburuk kondisi kesehatan tubuh.

Banyak mengosumsi daging merah dan lemak berlebihan tanpa diimbangi konsumsi sayur dan buah-buah yang cukup akan meningkatkan risiko munculnya masalah seperti kanker atau juga masalah kardiovaskular. Selain itu, kurang bergerak bisa menjadi penyebab masalah kesehatan.

"Saat ini ada cara agar gerak kita optimal, misal melangkah 6.000 langkah sehari atau berjalan minimal 30 menit bisa kita lakukan mengganti waktu olahraga," sarannya.

Di sisi lain, tidak hanya tubuh yang bermasalah, tapi juga pikiran bisa terdampak karena kebiasaan buruk ini. Stres misalnya. Ini bisa terjadi karena waktu istirahat yang tidak cukup dan tidak teratur dengan waktu tidur yang tidak cukup pada malam hari.

Kondisi semacam ini juga berisiko untuk berbagai penyakit apalagi jika pekerjaan yang dilakukan dengan tingkat stress yang tinggi. Berbagai penyakit yang dicetuskan karena stres bisa dari yang akut hingga kronis.

Beberapa penyakit akut dan berakhir fatal antara lain serangan jantung atau pecah pembuluh darah otak. Kondisi ini bisa membuat istri kehilangan suami dan membuatnya menjadi janda di usia yang relatif muda atau anak-anak balita menjadi yatim padahal masih memerlukan kehadiran seorang ayah baik secara kejiwaan maupun secara finasial. Dokter Ari menambahkan, para orangtua akan kehilangan anak-anak hebatnya.

Infeksi akut yang berhubungan dengan daya tahan tubuh yang menurun misal infeksi saluran nafas atas, infeksi saluran nafas bawah, infeksi usus temasuk demam tifus, infeksi karena nyamuk seperti demam berdarah dengue, serta infeksi hepatitis virus merupakan infeksi yang terjadi pada seseorang karena daya tubuh yang menurun.

Kemudian, penyakit kronis lain yang terjadi karena faktor stress adalah kambuhnya asam lambung seperti GERD atau sakit lambung, sindrom usus sensitif, penyakit asma yang bolak balik kambuh, penyakit diabetes melitus, dan hipertensi yang kambuh karena stress atau sindrom kelelahan.

Tidak hanya itu, penyakit kanker pun bisa mengintai mereka yang kurang beristirahat. Kita tahu bersama kalau penyakit kanker itu tidak hanya disebabkan oleh satu pebyebab, tapi kurang istirahat bisa memperparah kondisi tersebut.

"Faktor stres mempunyai kontribusi untuk seseorang terkena kanker dan mengalami perburukan pada kankernya jika stressnya tidak bisa dikendalikan. Jika kondisi stres berkepanjangan, bisa saja terjadi gangguan fisik yang berlangsung secara kronis yang selanjutnya sering disebut sebagai gangguan psikosomatik, gangguan kesehatan yang sering dialami karena seseorang stres," paparnya.

Perlu diketahui, gangguan psikosomatik terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan saraf otonom, sistim-hormonal tubuh, gangguan organ-organ tubuh serta sistim pertahanan tubuh.

Selain menyebabkan stres dan kanker, kurang istirahat juga bisa menyebabkan kelainan organ. Berbagai keluhan yang dapat timbul saat seseorang mengalami stress antara lain sakit kepala, pusing melayang, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung dan otot terasa kaku, banyak keringat terutama pada ujung-ujung jari tangan dan kaki, selain itu ujung-ujung jari tangan dan kaki terasa dingin, gatal-gatal pada kulit tanpa sebab yang jelas.

"Mereka juga bisa mengalami nyeri dada, nyeri ulu hati, mual, perut kembung dan begah serta diare. Gangguan yang terjadi akibat stres bisa multi organ seperti saya sebutkan di atas," tambahnya.

Dengan mengetahui ini, dokter Ari mengharapkan semakin banyak dari kita yang akhirnya sadar; malam itu waktunya istirahat dan pagi hingga siang adalah waktunya bekerja. Jangan mengurangi jumlah waktu istirahat jika tidak ingin mengalami masalah kesehatan.

"Tuntutan pekerjaan memang membuat kita harus profesional, tetapi sekali lagi tubuh juga butuh waktu untuk istirahat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini