nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlalu Lama Bermain Gadget, Awas Penyakit Neuropati Mengintai

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 20:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 27 481 2035809 terlalu-lama-bermain-gadget-awas-penyakit-neuropati-mengintai-oBqM1bWnFe.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TUNTUTAN kerja serta deadline yang singkat membuat seseorang berjuang mati-matian untuk menyelesaikan tugasnya. Ya, sebagaimana diketahui, di zaman modern seperti ini hampir semua orang menyelesaikan pekerjaannya menggunakan smartphone.

Ya, smartphone adalah salah satu benda yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Mulai dari Anda membuka mata di pagi hari, hingga hendak tidur, pasti smartphone selalu menjadi sahabat setia.

Tentunya terlalu sering bermain gadget bisa menyebabkan gangguan pada kesehatan. Salah satunya adalah neuropati. Neuropati sendiri adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kerusakan saraf tepi.

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi PERDOSSI Pusat, dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), mengatakan menggunakan smartphone dalam jangka waktu yang lama bisa menyebabkan kerusakan saraf tepi pada tangan.

 Baca Juga: Rahasia Hary Tanoesoedibjo Tampil Segar dan Fit, Dijamin Bikin Awet Muda!

“Bermain smartphone terlalu lama bisa memengaruhi kondisi fisik dan saraf. Dan posisi memegang smartphone akan berisiko mengalami kerusakan pada tangan. Salah satunya adalah neuropati, kerusakan saraf tepi,” terang dr. Manfaluthy, saat dijumpai Okezone, Rabu (27/3/2019).

Sebagaimana diketahui neuropati akan memengaruhi saraf sensorik, motorik atau autonom. Saraf-saraf inilah yang memerintahkan otak ke bagian-bagian tubuh lainnya.

“Karena sistem saraf sebagai sistem kontrol dari seluruh tubuh untuk mengadaptasi hal yang ada di dalam dan luar tubuh,” lanjutnya.

 Baca Juga: Warga Tangsel Kini Bisa Berobat Gratis di Rumah Sakit Swasta

Dalam istilah kedokteran, mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah sistem saraf pusat. Saraf pusat ini berada di otak dan sumsum belakang. Dari dua saraf pusat ini, menjulurlah saraf yang menyebar ke seluruh tubuh.

“Sistem saraf pusat, ada di otak dan sumsum belakang. Menjulurlah saraf yang menjadi saraf tepi ke seluruh tubuh. Sehingga saraf tepi berada di seluruh tubuh kita. Saraf tepi bagi tubuh bentuknya seperti kabel-kabel yang mengantarkan ke seluruh tubuh,” tutupnya.

Alhasil setiap orang bisa merasakan rasa sakit meskipun intensitasnya sangat kecil sekali. Ini semua berkat adanya sistem saraf tepi yang memberikan reaksi dari setiap anggota tubuh menuju otak.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini