nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Anggap Tabu, Begini Cara Tepat Berikan Edukasi Seks pada Anak

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 27 Maret 2019 23:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 03 27 485 2035845 jangan-anggap-tabu-begini-cara-tepat-berikan-edukasi-seks-pada-anak-yvZEfWvFYQ.jpg Ini pentingnya mengenalkan pendidikan seks pada anak (Foto: Huffingtonpost)

SEPERTI halnya buah yang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Seorang anak pasti akan melihat contoh terdekat yakni sosok kedua orangtuanya.

Di lingkup masyarakat terkecil, atau dengan kata lain keluarga sendiri lah anak mulai belajar tentang segala sesuatu. Termasuk perihal seksual, yang mana sayangnya di lingkup masyarakat Indonesia masih dianggap sebagai hal yang tabu untuk dibicarakan.

Padahal tahukah Anda, dari kacamata psikologis, membicarakan seksual dengan memberikan penjelasan yang tepat dari orangtua kepada anak itu penting, seperti disebutkan oleh psikolog klinis dewasa sekaligus sexuality educator, Inez Kristianti hal itu bisa menjadi salah satu upaya pencegahan untuk memproteksi anak dari tindak pelecehan seksual.

 BACA JUGA : Mengintip Kemesraan Syahrini - Reino saat Ikut Kelas Memasak di Swiss

“Pelecehan seksual terhadap anak kecil bisa diminimalisir kalau orangtua itu mengajarkan bagian privat apa yang hanya boleh sentuh ibu misalnya. Sehingga kalau pelecehan itu terjadi, anak itu bisa melaporkan secara tepat,” ungkap Inez saat ditemui Okezone, Rabu (27/3/2019) dalam acara “Sariayu #FearlessBeauty” di Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

 http://en.people.cn/mediafile/201110/25/F201110250818318883881831.jpg

Inez menegaskan, sudah sepatutnya sebagai orangtua untuk bisa menjelaskan dengan tepat soal bahasan seksual kepada anak tanpa perlu menutup-nutupi. Menutup-nutupi maksudnya di sini misalnya dengan mengganti istilah nama untuk penyebutan organ-organ intim.

“Orangtua itu kalau tentang organ tubuh lain disebutkan namanya mata, hidung mulut. Tapi bagian nama organ seksual suka dilompat atau pakai bahasa lain. Ya seharusnya sebut saja organ seksual karena itu sudah ditulis buku. Contohnya ini vagina, ini namanya penis. Sehingga ketika misalnya terjadi tindakan pelecehan seksual, anak bisa lapor dengan jelas. Contohnya bisa ngomong ‘ini bagian penis saya dipegang orang lain’, imbuh Inez.

 BACA JUGA : Liburan di Gunung Bersalju, Ini Beda Gaya Keseruan Princes Syahrini dan Luna Maya, Nomor 3 Paling Menohok

Dengan membiasakan diri untuk menjelaskan secara terbuka pada anak, tanpa perlu menutup-nutupi. Pada akhirnya anak akan tahu dan menyadari bahwa topik soal seksual adalah sesuatu hal yang wajar, tidak tabu untuk dibicarakan.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini