nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lakukan Anal Seks Berisiko Tinggi Picu Penyakit Kutil Kelamin

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 15:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 28 485 2036184 lakukan-anal-seks-berisiko-tinggi-picu-penyakit-kutil-kelamin-KNXgltH0Cd.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Mungkin Anda dan pasangan pernah mencoba melakukan anal seks saat bersenggama. Awas ya, dampaknya bisa menularkan risiko penyakit kutil kelamin lho.

Kutil kelamin gampang ditularkan seseorang melalui kontak kulit ke kulit, serta kontak seksual dengan pasien. Sayangnya, banyak pasangan yang tidak menyadari bahaya penyakit tersebut.

Spesialis Kulit dan Kelamin dr Dian Pratiwi, SpKK, FINSDV, FAADV menjelaskan, siapapun yang aktif berhubungan seks, berisiko tertular kutil kelamin. Meskipun Anda sangat yakin selalu berhubungan seks dengan satu orang atau orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda dan gejala.

"Kutil kelamin dipicu karena virus HPV. Cara penularannya yang paling besar dari berhubungan seks, baik vaginal, anal atau oral," ungkapnya dalam Press Conference Peluncuran Logo Baru Pramudia Klinik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/3/2019).

 Baca Juga: Kenali Gejala Awal Neuropati, Penyakit Akibat Terlalu Lama Bermain Gadget

Menariknya, sebut dr Dian, tidak semua pasangan bisa tertular kutil kelamin dengan hubungan seks yang penetratif. Caranya bisa genital to oral atau genital to anal.

 

Pasti hal tersebut akan sangat mengejutkan bagi para pasangan, apalagi kalau lawan mainnya dirancang tipe orang yang monogami seks. Pasti peluang tertular penyakit infeksi kelamin sangatlah besar.

"Butuh pencegahan dan perhatian khusus agar tidak mengalami dampak buruk tertular kutil kelamin. Apalagi diagnosanya sulit diketahui secara pasti," ucap dr Dian.

Karenanya, dia menyarankan agar para pasangan untuk melakukan pencegahan. Antara lain:

1. Vaksinasi HPV yang aman dan efektif, diberikan kepada kelompok umur yang direkomendasikan. Idealnya usia anak-anak mulai 9-12 tahun karena mereka belum pernah berhubungan seks.

 Baca Juga: Kisah Andhika, Pedagang Tuna Rungu Berparas Tampan yang Bikin Netizen Gagal Fokus

2. Jika aktif seksual, pakai kondom yang benar setiap bercinta. Sejak awal mulai hubungan penetrasi, begitu Anda skin to skin contact. Sayangnya, kondom tidak menutupi area genital yang tetap mudah terinfeksi HIV.

3. Berhubungan seks dua arah saja atau monogami. Jangan gonta-ganti pasangan supaya tidak timbul dampak risiko penyakit infeksi kelamin.

Bahkan pada tahun 2018 berdasarkan data HPV center, pria dan wanita median usia hubungan seks pertama perempuan adalah 19-21, sementara laki-laki sekira 23-24 tahun. Salah satu penyakit yang berbahaya adalah kutil kelamin. Karenanya, Anda wajib mencegah faktor risikonya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini