nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apa yang Buat Marie Kondo, si Ratu Kebersihan Jepang Populer?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 28 Maret 2019 12:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 28 612 2036057 apa-yang-buat-marie-kondo-si-ratu-kebersihan-jepang-populer-RDG8QyUos2.jpeg Marie Kondo semakin populer sebagai pakar kebersihan dan kerapihan (Foto: Sugoi)

Di setiap dekade, selalu muncul bintang self-help, seperti ratu kebersihan Marie Kondo. Tapi apa yang membuat kita menyukai mereka?

Marie Kondo tidak tampak seperti seorang guru. Pakar dengan sosok mirip peri ini seolah melompat ke layar televisi kita, membuka-buka lemari rumah dan mendorong penghuni rumah untuk meremas pakaian agar 'memunculkan rasa bahagia', dan membuat dunia terpana.

Dia memotivasi orang untuk membereskan dan menciptakan pengalaman 'zen' di rumah masing-masing lewat acaranya di Netflix, Tidying Up With Marie Kondo.

Saat para pemilik rumah dengan mata terharu berterima kasih pada Kondo karena telah membantu mengatur rumah serta hidup mereka, jelas bahwa Kondo bukan hanya sekadar membantu membereskan rumah.

pakar

Dengan mengurangi kekacauan di ruangan para pemilik rumah, Kondo membantu memberi kelegaan di kepala mereka dan kekuatan untuk menghadapi dunia. Ratu kebersihan Jepang ini, tanpa dia rencanakan atau tidak, sudah menjadi seorang guru self-help.

Kondo, yang acara televisinya diangkat dari bukunya The Life-Changing Magic of Tidying Up, punya sistem yang sederhana — buang apa yang tak lagi diinginkan, simpan benda-benda yang 'memunculkan rasa senang' dan berikan waktu pada diri Anda sendiri untuk berfokus pada apa yang penting dalam hidup.

Marie Kondo

Pada masa di mana kita sibuk mencuci botol bekas selai di tengah rasa bersalah akan konsumerisme, Kondo memberikan kita alasan untuk membuang barang-barang.

Profesor Carl Cederström, yang menguji buku panduan self-helpatau menolong diri untuk buku yang dia tulis berjudul Desperately Seeking Self-Improvement, mengamati bahwa Kondo sudah menjadi bagian dari gerakan self-help.

"Dia menggabungkan antara ide mengizinkan kita membuang barang-barang dengan ide yang sangat menarik, untuk menjalani hidup yang lebih sederhana," katanya.

"Dia tiba di masa saat hidup bisa menjadi terlalu berat. Orang ingin hidup yang lebih sederhana, bersih — sebuah detoks. Mereka ingin membuang hal-hal yang membebani mereka. Kondo memberikan kita semacam izin moral untuk membuang benda-benda tanpa merasa bersalah."

Marie Kondo

Ide akan Mary Poppins Jepang ini dilihat sebagai panutan self-help tidak terlalu aneh.

Saat Cederström meneliti inti dari buku self-help, dia menemukan bahwa ada tiga tema yang muncul — sebuah metode rahasia; proses yang didasarkan atas nasihat kuno dan memasukkan anekdot 'asal' yang mengagumkan, di mana si penulis menjadi sosok pahlawannya.

Filosofi Kondo cocok dengan tradisi ini. Dalam metodenya ada teori yang diciptakannya sendiri untuk beres-beres, yang berdasar pada filosofi Shinto yang meditatif.

Kemudian ada kisah pencerahan: Konon Kondo pingsan pada usia 16 karena stres, dan saat dia sadar dua jam kemudian, ada suara yang muncul yang menyuruhnya untuk "lihat barang-barang dengan lebih dekat", dan metode KonMari pun lahir.

Di setiap dekade ada pahlawan self-help — seorang guru yang menangkap semangat zaman — dan dialah bintang kita sekarang.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini