Tak Selalu Indah, 5 Pernikahan Kerajaan Ini Malah Berakhir Tragis

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 30 Maret 2019 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 29 196 2036911 tak-selalu-indah-5-pernikahan-kerajaan-ini-malah-berakhir-tragis-0XePhOiInd.jpg Pangeran Charles dan Putri Diana (Foto: Harpersbazaar)

Pernikahan kerajaan mungkin diimpikan oleh banyak orang. Kemewahan dan kemegahan dalam konsep pernikahan terkadang membuat orang lain ingin merasakan hal yang sama. Belum lagi pasangan suami istri akan hidup dengan bergelimang harta. Tapi kehidupan rumah tangga yang dibina oleh anggota kerajaan tetaplah seperti rumah tangga pada umumnya yang diterpa masalah.

Kehidupan pasangan tidak sebatas pada hari bahagianya, tapi hari-hari setelah pernikahan. Tak jarang pernikahan kerajaan yang digelar secara besar-besaran malah berujung tidak bahagia. Tak percaya? Simak saja ulasan berikut ini seperti yang Okezone lansir dari Ranker, Sabtu (30/3/2019):

Pangeran Charles dan Putri Diana

 

Banyak yang menganggap pernikahan antara Pangeran Charles dari Kerajaan Inggris dengan Putri Diana pada 29 Juli 1981 adalah pernikahan negeri dongeng. Namun cerita dongeng pernikahan itu berakhir cukup suram. Pangeran Charles diketahui berselingkuh dengan pacarnya semasa muda, Camilla. Begitu juga dengan Putri Diana. Keduanya mulai hidup terpisah pada 1992 dan resmi bercerai empat tahun kemudian.

 Baca Juga: Syahrini Kalap Makan Oyster Lagi, Biar Greng di Ranjang?

Putri Margaret dan Antony Armstrong-Jones

 

Masih dari Kerajaan Inggris, pada 6 Mei 1960 terselenggara pernikahan adik perempuan Ratu Elizabeth II yaitu Putri Margaret dengan seorang fotografer bernama Antony Armstrong-Jones. Pernikahan tersebut berjalan bagai rollercoaster karena diterjang permasalahan silih berganti. Belum lagi keduanya memiliki tingkat emosional yang tinggi. Pernikahan kerap diwarnai dengan pertengkaran hebat dan masing-masing pihak saling mengumbar kebencian. Perceraian pun tak terelakkan dan keduanya resmi berpisah pada tahun 1978.

Peter dari Ketsaran Rusia dan Eudoxia

 

Pernikahan ini bermula dari perjodohan yang dilakukan oleh ibu Peter. Keduanya menikah pada tahun 1689. Di awal pernikahan, Peter dan Eudoxia dilimpahi oleh perasaan cinta bahkan mereka memiliki tiga orang anak. Namun seiring berjalannya waktu, Peter yang berasal dari Ketsaran Rusia merasa bosan dengan istrinya. Setelah sembilan tahun menikah, keduanya pun berpisah. Tak sampai di situ, Eudoxia bahkan dikirim oleh suaminya untuk hidup membiara.

 Baca Juga: Sederet Hal Menarik dari Masjid Kubah Emas, Nomor 4 Anda Percaya?

Pangeran George IV dan Caroline Brunswick

 

Sejarah pernikahan buruk kembali datang dari Kerajaan Inggris. Pada 8 April 1795, George IV menikah dengan Caroline dari Brunswick yang masih sepupunya. Pangeran George terkenal sebagai pemuda yang memiliki simpanan dan senang berjudi. Hal ini membuat pernikahannya dengan Caroline sejak awal diisi dengan kebencian. Meski begitu, pernikahan tersebut bertahan hingga lahirlah Putri Charlotte. Pada 1820 ketika Pangeran George diangkat menjadi raja dia menceraikan istrinya.

Ratu Tamar dan Yuri Bogolyubsky

 

Pada saat memerintah Georgia bersama ayahnya, Ratu Tamar dipaksa menikah dengan pria yang bukan pilihan hatinya yaitu Yuri Bogolyubsky. Seperti yang diduga, pernikahan yang terjadi pada 1185 itu tidak berjalan mulus. Sang suami ternyata senang mabuk dan berjudi. Hal itu membuat Ratu Tamar membatalkan pernikahannya pada tahun 1187. Yuri yang tak terima dengan perlakuan tersebut memimpin pemberontakan terhadap mantan istrinya kemudian berhasil memerintah Georgia sampai 1213.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini