nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Praktik Kesehatan Kuno yang Sebabkan Penggunanya Mati Lebih Cepat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 30 Maret 2019 16:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 03 29 481 2036885 5-praktik-kesehatan-kuno-yang-sebabkan-penggunanya-mati-lebih-cepat-ok1P98pG84.jpg Ilustrasi (Foto: Ranker)

ZAMAN dahulu, beberapa orang masih mempercayai beberapa praktik kesehatan kuno yang dianggap bisa menjauhkan manusia dari berbagai macam penyakit. Beberapa dari praktik tersebut justru terlihat tidak masuk akal dan cenderung mengerikan.

Meski demikian, masih banyak saja orang-orang yang melakukan hal tersebut demi mendapatkan tubuh yang sehat. Padahal praktik kesehatan mereka melanggar standar etika.

Alhasil banyak masyarakat zaman dahulu yang justru meninggal lebih cepat karena praktik kesehatan kuno tersebut dibandingkan dengan orang yang sekali tidak melakukannya.

Tentunya Anda penasaran bukan dengan beberapa praktik kesehatan kuno yang konon tidak masuk akal dan bisa menyebabkan kematian? Menyadur dari Ranker, Sabtu (30/3/2019), Okezone akan membahasnya satu per satu.

1. Lintah dan kehabisan darah

Beberapa dokter kuno menganut teori bahwa tubuh diatur oleh empat bagian, empedu hitam, empedu kuning, dahak, dan darah. Ketika seseorang jatuh sakit, mereka percaya ini disebabkan oleh ketidakseimbangan.

Mereka percaya hal ini dapat diperbaiki dengan menyingkirkan "kelebihan" darah. Lintah sering menjadi instrumen pilihan untuk "operasi" karena kecenderungan mereka mengisap darah.

 Baca Juga: Syahrini Kalap Makan Oyster Lagi, Biar Greng di Ranjang?

2. Kotoran hewan

Sejumlah budaya kuno telah menggunakan kotoran hewan dari segala jenis untuk mengobati berbagai macam penyakit. Orang Mesir kuno akan menggosoknya pada luka dan di mata mereka bahkan menggunakannya sebagai kontrasepsi.

Kotoran buaya dibentuk menjadi semacam proto-diafragma yang tidak hanya tidak efektif dalam mencegah kehamilan. Sebenarnya, ini mungkin telah meningkatkan kemungkinan pembuahan dengan serangkaian komplikasi kesehatannya sendiri.

3. Trepanning

Trepanning adalah nama medis untuk "mengebor lubang di kepala." Sementara para arkeolog, antropolog, dan profesional medis bingung mengapa orang berpikir ini adalah ide yang baik. Terdapat sejarah panjang dalam menggali tengkorak manusia sebagai pengobatan untuk gangguan mental, dan secara paradoksal, untuk meredakan sakit kepala.

Tengkorak berlubang ini telah ditemukan berlubang di Eropa, Afrika, dan Amerika. Beberapa bahkan menunjukkan pertumbuhan tulang, yang menunjukkan pasien benar-benar selamat dari perawatan brutal ini.

 Baca Juga: Sederet Hal Menarik dari Masjid Kubah Emas, Nomor 4 Anda Percaya?

4. Urin

Jika manusia telah mencoba menggunakan tinja untuk tujuan kesehatan, maka mereka juga sudah mencoba menggunakan urin. Urin telah digunakan oleh sejumlah kultur sebagai alat untuk diagnosis dan sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit.

Urin telah digunakan sebagai zat pembersih, seperti mencuci muka, dan bahkan Madonna mengklaim urin berguna untuk menyembuhkan kaki atlet. Orang Romawi kuno menemukan amonia dalam urin membantu mengangkat noda. Karena itu, banyak orang Romawi menggunakan urin sebagai pemutih gigi.

5. Arsenik

 

Arsenik adalah unsur yang juga merupakan racun mematikan, tetapi hal ini tidak menghentikan siapapun untuk menggunakannya secara medis. Arsenik telah digunakan sebagai tonik untuk mengobati psoriasis, sifilis, trypanosomiasis, bisul, abses, demam, dan sakit kepala. Sejumlah dokter, baik yang asli maupun dukun, telah memuji khasiatnya. (tam)

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini