Share

Tilik Belik, Gaya Belajar Mengenal Alam Siswa SD Kanisius Kenalan

Santi Andriani, Jurnalis · Jum'at 29 Maret 2019 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 29 612 2036788 tilik-belik-gaya-belajar-mengenal-alam-siswa-sd-kanisius-kenalan-5xPuycg3nf.jpg Tilik belik cara anak SD Kanisius mengenal alam (Foto:Okz)

SUARA serangga yang dikenal dengan sebutan Garengpung menjaga semangat belasan anak SD Kanisius Kenalan, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah yang sedang asyik mengerumuni daerah aliran sungai Bajing dan Padonan Durensawit, Banjaroya, Kalibawang, Kulon Progo, DIY pada Rabu pagi (27/3).

Rupanya mereka sedang mengamati belik (sumber mata air). Masing-masing fokus dengan tugasnya. Ada yang mengukur panjang, lebar serta kedalaman belik. Ada juga yang memeriksa kadar keasaman air. Lebih seru lagi saat mereka mengukur debit air yang muncul dari sumber mata air. Karena ternyata tidak mudah mengumpulkan tetesan air dari bebatuan untuk kemudian diukur debitnya.

Sambil bercanda dan tawa, anak-anak tetap konsentrasi meneliti sumber mata air. Selain mata air, lingkungan sekitar sumber mata air juga menjadi perhatian mereka. Tumbuhan, hewan, tanah, dan kebersihan di sekitarnya harus diamati dan dicatat di lembar kerja yang dibawanya.

Beginilah suasana belajar khas anak-anak desa yang dekat dengan lingkungan alamnya. ‘Tilik Belik’ atau dalam Bahasa Indonesia disebut ‘menengok mata air’ merupakan kegiatan rutin, sederhana yang biasa mereka lakukan dan bagian dari kegiatan belajar mengajar sekolah yang dikepalai oleh Yosef Onesimus Maryono.

Baca Juga:

Syahrini Kalap Makan Oyster Lagi, Biar Greng di Ranjang?

Intip Gaya-Gaya Kece Fadel Islami,Tunangan Baru Musdalifah

“Kegiatan pembelajaran ini dilakukan demi memeringati hari air sedunia, yang jatuh di Bulan Maret. Kami mengadakannya dua kali setahun. Pertama, menjelang musim hujan saat kondisi mata air surut/kecil karena kemarau dan di Bulan Oktober,”ujar Onesimus Maryono.

Tak hanya satu tempat, biasanya kegiatan sederhana ini, kata Simus, demikian sang kepala sekolah biasa dipanggil selalu dilakukan oleh ‘peneliti’ cilik kelas IV dan V di tiga belik sasaran di satu daerah aliran sungai. Data masing-masing belik akan dicatat dan dikumpul, kemudian dibawa pulang ke sekolah untuk dijadikan bahan belajar.

“Para pelajar ndeso ini belajar meneliti keadaaan lingkungannya agar tumbuh cinta dan peduli akan kelestarian lingkungan. Lebih dari itu, sikap gaten (memperhatikan), telaten (tekun) dan titen (menandai) dapat dipupuk dan dikembangkan sebagai dasar mencari pengetahuan,”ujar Simus.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini