nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Tangan 4 Desainer Muda, Kain Wastra Indonesia Diubah Jadi Pakaian Milenial

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 30 Maret 2019 22:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 03 30 194 2037214 di-tangan-4-desainer-muda-kain-wastra-indonesia-diubah-jadi-pakaian-milenial-53E2tIoggG.jpeg Karya para desainer muda di IFW 2019 (Foto: Sukardi/Okezone)

TIDAK bisa dipungkiri, kain Nusantara masih kental kaitannya dengan warisan bangsa yang sepertinya terlalu kolot untuk dikenakan. Namun, semakin berkembangnya zaman, kain "tua" tersebut kini disulap menjadi sesuatu yang lebih modern.

Meskipun kuat dengan rasa modern, tentunya para desainer tidak boleh terlalu jauh dari pakem asli kain itu sendiri. Hal ini berkaitan dengan filosofi kain wastra Indonesia yang biasanya penuh dengan cerita bahkan ada kepercayaan di baliknya.

Modernisasi ini juga yang membuat empat desainer muda dari ajang Indonesia Young Designer Competition dari Indonesia Fashion Week (IFW) 2019 mencoba meregenerasi kain wastra menjadi sesuatu yang lebih kekinian. Target pasar milenial menjadi fokus utama dari penciptaan koleksinya. Tentu, dengan maksud melestarikan warisan bangsa juga.

 

Dijelaskan Presiden IFW 2019 Poppy Dharsono, keempat desainer ini mampu mencipta konsep baru dalam dunia mode Indonesia. Mereka mampu membuat sesuatu yang modern dan tetap menonjolkan keindahan Indonesia, khususnya Borneo sebagai tema utama IFW tahun ini.

"Saya melihat konsep mereka sangat baik. Pakaian yang mereka buat juga memiliki teknik menjahit yang beragam dan yang pasti, apa yang mereka ciptakan masih sangat wearable atau produk fashion yang bisa dipakai," terangnya pada Okezone di JCC Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Ya, tidak bisa dimungkiri kalau misalnya banyak kain wastra Indonesia yang kemudian diolah menjadi produk fashion tapi bukan sesuatu yang bisa dikenakan. Apa itu terlalu abstrak atau juga sesuatu yang tidak bisa diproduksi kembali dengan mudah.

 

"Gimanapun desainer membuat pakaian untuk dijual dan tentunya bisa dikenakan. Nah, produk fashion buatan 4 desainer muda ini memenuhi kriteria itu," singkatnya.

So, bagaimana koleksi buatan ke-4 desainer muda ini?

Koleksi yang cukup menarik perhatian adalah milik Wahyo Abraham. desainer yang mewakili Kota Bogor ini coba melihat Borneo dengan cara yang berbeda. Dia mencipta koleksi resort yang super edgy. Fokus pada siluet yang light dan menariknya, Wahyo menggunakan 90% material ramah lingkungan.

 

"Aku bikin sendiri fabric-nya. Pewarnaannya pun menggunakan warna alami. Ya, palingan yang tidak ramah lingkungan itu ada di zipper-nya. Itu masih dengan bahan polyester," papar Wahyo.

Dia sendiri punya pandangan berbeda dengan Borneo. Dia ingin sekali ketika orang pergi ke Kalimantan, mereka menikmati wisata alam di sana. Itu kenapa juga akhirnya Wahyo menciptakan resort outfit di koleksinya kali ini.

Kemudian, yang menarik lainnya adalah koleksi dari Merah Chumaero. Dia coba memasukkan unsur modern ke dalam koleksi wastra Indonesianya. Mulai dari siluet crop-top, outer with palazzo, bahkan dia mencipta boyish looks with obi. Outfit semacam ini tentunya sangat bisa diterima milenial.

Koleksi yang tidak kalah menyorot perhatian adalah karya desainer Prafita Viniani dan Frederica Cynthia Dewi. Mereka berdua coba melihat Borneo dari kacamata yang berbeda.

 

Prafita mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari hutan Kalimantan yang ternyata disukai orang asing. Keindahan hutan Kalimantan ini tertuang dalam 5 koleksinya yang bertajuk La Nuit des Vivantes.

Lalu, untuk Frederica, dia mencoba mengkritik Borneo yang semakin dilupakan dengan koleksi tie-die yang cantik. Konsep "blur" diibaratkan sebagia konsep pemikiran mengenai Borneo yang semakin lama semakin dilupakan.

So, kain Wastra Indonesia ternyata bisa dikenakan milenial dan jangan pernah takut untuk menggunakan kain "tua" warisan Indonesia. Kalau sudah dibentuk dengan rasa modern, tentunya akan memperlihatkan pribadi Anda yang kekinian.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini