nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Diguyur Hujan, Festival Crossborder Aruk Tetap "Pecah"

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Senin 01 April 2019 07:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 01 406 2037570 sempat-diguyur-hujan-festival-crossborder-aruk-tetap-pecah-pl8MLbv6BM.jpg Foto: dok.Humas Kemenpar

ARUK – Wisatawan yang menghadiri Festival Crossborder Aruk (FC-Aruk) 2019 benar-benar larut bergoyang bersama bintang tamu Juwita Bahar. Hujan deras yang sempat mengguyur venue pun tidak menyurutkan antusiasmenya. Mereka terus saja berjingkrak mengikuti alunan kendang dan suara merdu Juwita.

Penyelenggaraan Festival Crossboder Aruk (FC-Aruk) 2019 pun sukses. Menikmati gelaran hari ke-2, event dibanjiri pengunjung. Menariknya, militansi tinggi diperlihatkan pengunjung di hari Minggu (31/3/2019). Mereka terus bergoyang di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sajingan, Sambas, Kalimantan Barat. Hujan deras yang sempat mengguyur lokasi festival tidak dihiraukannya.

“Pengunjung di sini luar biasa. Mereka sangat antusias. Terus saja bergoyang meski hujan sempat turun. Hujan turun cukup deras, tapi akhirnya reda lagi. Saya terharu melihat respons mereka, makanya aksi terbaik tetap diberikan,” ungkap Juwita Bahar.

Suasana FC-Aruk 2019 sangat hangat, Juwita Bahar dan pengunjung sama-sama komunikatif. Setiap Juwita Bahar mengajak interaksi, selalu dibalas heboh oleh pengunjung. Memberikan aksi terbaiknya, Juwita pun menampilkan 10 lagu hits. Ada lagu Buka Dikit Joss, Simalakama, Kereta Malam, Lagi Syantik, hingga Edan Turun.

Suasana pun semakin meriah dengan hits Pusing Pala Berbie. Sembari terus mengajak para pengunjung berinteraksi, Juwita Bahar juga melempar hits lain. Sebut saja Berondong Tua, Juragan Empang, Birunya Cinta, hingga Goyang Senggol. Juwita mengaku tertarik dengan sikap hangat pengunjung. Sebab, meski heboh bergoyang, pengunjung tetap berlaku tertib.

“Pengunjung harus diapresiasi, mereka sangat tertib. Meski bergoyang heboh begitu, mereka tetap bisa berlaku santun dengan sesama. Saya tentu gembira bisa tampil di sini dan mengucapkan terima kasih pada Kemenpar. Event seperti ini bagus untuk mengidupkan perbatasan. Melalui event dan pariwisata, perbatasan akan terus berkembang,” lanjut Juwita Bahar.

Dihelat selama 2 hari, FC-Aruk 2019 dihadiri pengunjung dalam jumlah besar. Apalagi, FC-Aruk 2019 ini menampilkan 2 pedangdut tenar. Selain Juwita Bahar, ada aksi Pedangdut Tika Zeins pada hari pertama event, Sabtu (30/3). Tika Zeins adalah jebotan ajang pencarian bakat Bintang Pantura 3. Kehadirannya juga menjadi magnet terbaik penarik wisatawan.

“Penyelenggaraan FC-Aruk 2019 selama 2 hari sukses. Memang ada hujan, tapi itu tidak menyurutkan antusiasme pengunjung. Mereka tetap terlihat enjoy sembari bergoyang. Di sini, masyarakat 2 negara bergoyang bersama secara damai,” tegas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kementerian Pariwisata (Kemenpar( Adella Raung.

FC-Aruk memang destinasi ramah bagi siapapun. Wajar bila sepanjang 2 hari event, banyak warga dari Serawak, Malaysia, yang menyeberang. Mereka masuk dari PLBN Aruk. Wisatawan Negeri Jiran makin dimanjakan dengan kemudahan regulasi. Sebab, mereka bisa masuk hanya berbekat Identity Card (IC) sepanjang event ini berlangsung.

“Kehadiran wisatawan Malaysia tentu menjadi value bagi ekonomi di perbatasan. Masyarakat di zona perbatasan sangat diuntungkan melalui beragam transaksi. Salah satu tujuan dari event adalah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat perbatasan. Kami yakin, setelah event ini kunjungan wisatawan dari Malaysia tetap besar,” tegas Kabid Pemasaran Area III Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Sapto Haryono.

Kesuksesan menggelar FC Aruk 2019 pada 30-31 Maret, apresiasi pun diberikan oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. Namun, Menpar mengingatkan perlunya evaluasi untuk peningkatan kualitas. “Kami gembira karena FC-Aruk kali ini secara keseluruhan sukses digelar. Evaluasi tetap dibutuhkan agar event-event berikutnya lebih meriah. Jumlah pengunjungnya lebih besar. Dengan begitu, inkam dari masyarakat di perbatasan semakin tinggi,” tutup Menpar.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini