Selain Sambal, Makanan Ini Harus Dihindari Penderita Maag

Tiara Putri, Jurnalis · Senin 01 April 2019 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 01 481 2037530 selain-sambal-makanan-ini-harus-dihindari-penderita-maag-juX1C052mo.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Tak sedikit orang-orang di usia produktif melewatkan jam makan. Salah satu faktornya adalah terlalu disibukkan dengan pekerjaan dan tugas yang menumpuk. Jika dibiarkan terus menerus, kemungkinan besar kebiasaan tersebut akan menimbulkan gangguan pencernaan seperti penyakit maag.

Sakit maag biasanya ditandai dengan mual, muntah, perasaan terbakar di ulu hati, kembung, dan keluhan lainnya di area perut bagian atas. Selain karena telat makan, sakit maag juga bisa dipicu oleh rasa stres. Hal ini diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroentero hepatologi, dr Hendra Nurjadin, Sp.PD-KGEH.

“Pusat limbik kita akan memacu semua hormon dalam tubuh termasuk hormon stres. Hormon stres berkaitan dengan pembentukan asam lambung. Kalau kita emosi, pusat limbik terangsang, lalu akan mengaktivasi hormon stres, serta memacu juga asam lambung dan pergerakan lambung,” jelas dr Hendra saat ditemui Okezone dalam sebuah acara di Jakarta belum lama ini.

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah-Puri Indah itu mengatakan sakit maag sebenarnya bisa disembuhkan. Jadi, sakit maag tidak berlangsung seumur hidup. Hanya saja, penyakit tersebut bisa kambuh karena banyak faktor. Mulai dari pola makan yang tidak teratur, mengonsumsi jenis makanan tertentu secara berlebihan, stres, pola hidup yang tidak sehat, hingga penyakit berat lainnya seperti diabetes, gagal ginjal, gagal jantung, batu empedu, dan penyakit pankreas.

 Baca Juga: 5 Praktik Kesehatan Kuno yang Sebabkan Penggunanya Mati Lebih Cepat

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh mereka yang pernah terkena sakit maag, ketika penyakit itu kambuh, maka pola makannya harus benar-benar diperhatikan.

“Saya suka bilang pasien boleh makan semua jenis makanan, tapi kalau lagi sakit jangan dong. Stop dulu karena makanan akan merangsang lambung. Secara umum, makanan yang terlalu pedas, terlalu asam, terlalu berminyak, terlalu banyak kafein, cokelat, teh pekat akan berpengaruh pada pencernaan, jadi sebaiknya diperhatikan konsumsinya,” terang dr Hendra.

 Baca Juga: Awas, Terlalu Sering Gunakan Ponsel Sebabkan Gangguan Saraf

Selain itu, apabila sakit maag sudah sembuh, maka tingkat konsumsinya harus diperhatikan. Bagi yang suka makanan pedas, tetap boleh menambahkan saus atau sambal tapi hanya sekadar perasa alias jangan terlalu banyak. Kemudian, bagi yang senang minum kopi usahakan tidak meminum espresso atau kopi sachet. Pilihlah kopi susu atau black coffee biasa dan jangan diminum dalam keadaan perut kosong.

“Untuk mencegah sakit maag kambuh, ada cara-cara yang bisa dilakukan. Pertama, diet sesuai individu tapi secara umum hindari makanan pedas, asam, berlemak, dan berminyak yang berlebihan, begitu juga dengan kopi, cokelat, dan teh pekat. Pola makan teratur, prinsipnya sedikit-dikit tapi sering, jangan terlalu lapar dan jangan terlalu kenyang juga. Hindari obat-obatan anti nyeri tapi bila diperlukan konsultasi ke dokter, hindari jamu-jamu yang tidak jelas, hindari rokok, alcohol, dan stres,” pungkas dr Hendra.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini