nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Paksa Anak Masuk SD Jika Belum "Matang", Ini Alasannya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 16:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 02 196 2038305 jangan-paksa-anak-masuk-sd-jika-belum-matang-ini-alasannya-yCDcg1JErU.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SEBENTAR lagi tahun ajaran sekolah baru. Mereka yang sudah berusia 7 tahun sudah akan siap-siap masuk sekolah dasar (SD). Orangtua pun sudah memilihkan sekolah terbaik, bukan begitu?

Tapi, apakah Anda, para orangtua, sadar kalau tidak sembarang anak bisa masuk sekolah dasar? Ya, ada beberapa syarat yang bisa menjadi pertimbangan Anda memasukan anak ke sekolah dasar. Salah satunya adalah kematangan si anak untuk mendapatkan ilmu.

Standar kematangan tersebut tentunya berbeda-beda setiap sekolahnya. Karena itu, orangtua diharapkan mampu mengenali kemampuan si anak agar kecerdasan si anak bisa berkembang dan tidak merasa tertinggal dibanding anak lainnya.

Psikolog Anak Karina Istifarisny menjelaskan kalau penting bagi orangtua agar tahu betul kemampuan anaknya, termasuk kesiapan dia untuk mendapat pendidikan formal di sekolah dasar. Karena itu, dia menyarankan untuk tidak memaksakan anak untuk sekolah dasar ketika si anak memang belum siap.

 

Sebab, sambung Karina, pendidikan di sekolah dasar itu punya target belajar dan tingkat kesulitan yang berbeda dengan yang ada di taman kanak-kanak (TK). Cara pembelajaran di sekolah dasar pun berbeda dengan di TK.

 Baca Juga: Intip Kemewahan Jet Pribadi Anak Sandra Dewi, Hadiah Spesial dari sang Ayah

Dia mencontohkan, misalnya saat di TK, waktu belajarnya lebih singkat dibandingkan di SD. Di TK belajarnya sambil bernyanyi, sedangkan di SD belajar sambil duduk rapi. Lalu, di TK si anak belajar menggunting dan menempel, tapi di SD mayoritas sudah harus membuat catatan sendiri.

"Ada tingkat kematangan tertentu yang sebaiknya sudah dicapai si anak agar dapat mengikuti pendidikan dengan baik," terangnya pada Okezone melalui pesan singkat, Selasa (2/4/2019).

Tingkat kematangan ini apa saja? Karina menjelaskannya dalam beberapa poin sebagai berikut:

1. Kematangan motorik halus

"Di tingkat SD, mayoritas anak-anak kelas 1 diharapkan sudah bisa menulis. Semakin terasah, semakin lancar menulis dan tidak mudah lelah. Kebayang bagaimana catatan anak SD, dikte, matematika sederhana, dan yang lainnya. Nah, kalau belum sampai di tahap itu, si anak akan tertinggal. Mudah lelah. Akhirnya, pekerjaannya dia nggak maksimal. Nilainya kurang bagus. Itu dari sisi akademis," paparnya.

 

2. Kemampuan konsentrasi

"Anak SD mayoritas diharapkan bisa duduk tenang menyimak pelajaran di kelas. Berapa lama? 30 menit hingga 1 jam kira-kira. Ini tingkat konsentrasi yang diharapkan dan biasanya sudah dicapai 30 menit itu di usia 7 tahun. Tapi, anak-anak yang lebih kecil, durasinya lebih singkat, kalau 5 tahun sekitar 10 hingga 25 menit," ujar Karina.

 Baca Juga: Tarik Wisatawan Milenial, Beach Club di Tanjung Lesung Bakal Menjamur

Akhirnya apa yang terjadi?

Karina menjelaskan, anak yang "kurang matang" bisa kurang maksimal saat memahami pelajaran di sekolah. Selain itu, jadi muncul kesan sulit konsentrasi. Padahal, tidak begitu, memang usianya yang masih muda. Belum lagi nanti berkaitan dengan sosialisasi, kemampuan regulasi emosi, dan sebagainya.

"Jadi, kematangan ini perlu dilihat terutama jika usia anak lebih kecil. Supaya tidak membebani anak lebih dari kapasitasnya," tegasnya.

Karina menambahkan, ada anak yang lebih kecil usianya, tapi sukses sekolahnya. Namun, beberapa butuh usaha lebih besar dan tentunya harus ada dukungan dari keluarga juga. "Kesuksesan sangat tergantung kemampuan anak dan dukungan lingkungannya," pungkasnya.

Lebih lanjut, Okezone juga penasaran, sebetulnya, apakah ada kemampuan yang kemudian menilai si anak memang sudah siap masuk SD?

Karina menjelaskan, kemampuan ini tergantung dari standar sekolahnya. Sebab, sekarang ini kan banyak jenis sekolah; mulai dari sekolah alam, sekolah inklusi, hingga sekolah internasional. Setiap jenis sekolah ini menerapkan standar kemampuan yang berbeda.

Tapi, secara garis besar, Karina menuturkan kemampuan-kemampuan ini setidaknya sudah dimilik si anak sebelum akhirnya dia masuk SD, apa saja?

1. Kemampuan motorik kasar, berlari, melompat maju, mundur sudah lancar

2. Anak mampu menarik garis dengan lancar, gerakan luwes dan lentur (beberapa ada yang tulisannya sudah bagus)

3. Mampu mengingat nama benda-benda sehari-hari

4. Mampu mengingat cerita panjang yang disampaikan lewat lisan

5. Mampu berhitung sederhana

6. Mampu mempertahankan perhatian dalam setting kelas

7. Mampu menyelesaikan tugas-tugas sederhana tanpa bantuan

8. Mau sekolah. Tidak menolak berinteraksi dengan teman-teman

So, Karina menegaskan, jangan kemudian ketika si anak belum matang dengan semua kemampuan tersebut, Anda sebagai orangtua memaksakan dia untuk tetap masuk SD. Dampaknya akan sangat terasa pada si anak, terlebih jika dia "belum matang", misalnya dia akan merasa "terkucilkan" karena belum bisa melakukan apa yang dilakukan teman-temannya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini