nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melihat Trik Industri Perhotelan Menggaet Pengunjung

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 22:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 02 406 2038445 melihat-trik-industri-perhotelan-menggaet-pengunjung-p8OFxUlj71.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke suatu daerah, akomodasi adalah hal mendasar yang dibutuhkan oleh mereka. Tak heran jika saat ini industri perhotelan semakin meningkat.

Kini Anda tidak perlu repot mencari dan menentukan hotel mana yang akan diinapi karena sudah tersedia di banyak platform digital. Hal ini pula yang kini menjadi perhatian para pelaku industri perhotelan.

CEO Azana Hotel & Resorts, Dicky Sumarsono mengatakan saat ini arena bisnis sudah seperti medan pertempuran. Era kecanggihan dan super cepatnya teknologi informasi dan dunia maya akan mendistrupsi pengelolaan bisnis model lama yang bertopang pada kekuatan modal semata.

 

"Zona bisnis perhotelan mau tidak mau terseret dalam derasnya arus perubahan tersebut. Bila pemain di bisnis ini enggan ikut untuk segera berubah, mereka akan ditinggalkan," ujar Dicky dalam peluncuran bukunya yang berjudul "Winning Competition" di Jakarta baru-baru ini.

 Baca Juga: Sehari di Tanjung Lesung, Ini 5 Aktivitas Seru yang Bisa Dijajal

Pria yang sudah 23 tahun berkecimpung dalam dunia perhotelan ini juga mengatakan, keunggulan kompetitif sebuah hotel di masa depan tidak hanya ditentukan oleh produk dan proses yang inovatif, tetapi juga oleh model bisnis dan platform yang inovatif.

Ia menyebut pembaruan model bisnis dalam bisnis perhotelan tidak hanya menyangkut kalkulasi di atas kertas, bahkan banyak pengusaha hotel berani mengambil langkah ekstrem untuk memanjakan dan memberi wow experience ke konsumen, mereka tidak mau berkutat dalam pasar yang sudah ada, namun menciptakan pasar sendiri.

 

"Mereka memberikan pengalaman kepada konsumen tentang menginap di kamar hotel dengan cara berbeda," ujarnya.

Dalam buku ini, dijelaskan mengenai keluhan dan dertia konsumen konsumen yang sering muncul seperti harga yang kurang terjangkau, terlalu lama menunggu, pilihan terbatas, kegunaan produk yang mubazir dan berlebihan tetapi harus tetap di bayar, produk susah dicari, kurang simpel dan lain sebagainya.

 Baca Juga: Kunjungan Wisatawan ke Gunungkidul Menurun, Ini Penyebabnya

Ia berharap buku ini bisa menjadi sumber referensi bagi mereka yang berada di posisi start-up atau merintis maupun yang sudah lama eksis di bisnis perhotelan seperti para CEO Hotel, Direktur Hotel, General Manager Hotel, Department Head Hotel dan para Hotelier.

"Saya menawarkan jawaban jitu bagi dunia bisnis perhotelan dalam menghadapi iklim perubahan. Sebab, dalam dunia bisnis jelas bahwa adanya perubahan tidak bisa ditolak," tandasnya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini