Setelah Koma 24 Jam, Pria Skotlandia Ini Tiba-Tiba Bicara Bahasa Melayu

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 02 481 2038060 setelah-koma-24-jam-pria-skotlandia-ini-tiba-tiba-bicara-bahasa-melayu-ONEuyYPPLd.png Pria Koma Selama 24 Jam (Foto: Netshark)

KEJADIAN unik, aneh tapi nyata sebagai manusia memang bisa saja terjadi kapanpun, di mana pun, dan oleh siapapun. Bentuk kejadian unik aneh tapi nyata ini lah yang pernah dialami oleh seorang pria Skotlandia, Fraser Watt pada tahun 1983 silam

Di mana Fraser yang masih berusia 24 tahun mengalami apa yang dinamakan dengan kondisi koma. Kondisi koma, di situasi ambang tipis antara kematian dan masih hidup ini dialami oleh Fraser selama kurang lebih 24 jam.

Untungnya kecelakaan mobil yang ia alami tidak mengambil nyawanya secara tragis, setelah 24 jam koma Fraser akhirnya kembali terbangun dan sadar. Namun anehnya sewaktu sadar dari koma, Fraser tiba-tiba berbicara dengan bahasa Melayu.

Baca juga :

Saat terbangun sadar, Fraser membuat para dokter yang menanganinya terkejut teramat sangat karena menyadari bahwasanya Fraser berbicara dalam bahasa lain.

“Semua orang kaget ketika aku berbicara bahasa Malaysia, kayaknya hal ini karena aku waktu kecil memang fasih berbahasa Malaysia, tapi aku telah tidak lagi bicara dengan bahasa Melayu selama 19 tahun sebelum kecelakaan itu terjadi. Untungnya ibuku berada di sampingku sehingga ia bisa menerjemahkannya ke dalam bahasa Inggris kepada para dokter, sampai di mana hari kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris ku kembali,” ungkap Fraser, menurut laporan Edinburgh Evening News, seperti dikutip Nextshark, Selasa (2/4/2019).

Menjadi unik, sebab nyatanya bahasa Melayu ini adalah bahasa yang tidak lagi pernah ia gunakan untuk berkomunikasi sejak era 1970’an, tepatnya saat di mana ia telah kembali ke Skotlandia walau memang Fraser tidak asing dengan bahasa Melayu, mengingat sewaktu kecil ia tinggal di Borneo sementara sang Ayah bekerja sebagai pekerja teknik sipil.

Kini, Fraser yang telah berusia 60 tahun disebutkan masih dapat merasakan efek negatif dari kejadian kecelakaan yang ia alami. Mulai dari sakit kepala seperti migrain sampai memory lapses, kehilangan ingatan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini