nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cepat Lelah dan Sering Sesak, Waspada Penyakit Mematikan Ini!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 14:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 02 481 2038214 cepat-lelah-dan-sering-sesak-waspada-penyakit-mematikan-ini-2ry1FDVAug.jpg Ilustrasi sesak napas (Foto: Boldsky)

Penyakit jantung masih menjadi masalah yang dialami oleh masyarakat dunia. Tercatat penyakit jantung atau kardiovaskular menjadi penyebab tertinggi kematian di Indonesia.

Meski demikian, tidak semua orang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan untuk menghindari penyakit mematikan yang satu ini. Padahal banyak hal yang bisa memicu terjadinya penyakit jantung yang berdampak pada kegagalan fungsi dari organ vital tersebut.

Spesialis Jantung di Rs Columbia Asia, dr. Dicky Hanafie, SpJP(K), menegaskan pada dasarnya penyakit jantung adalah penyakit degeneratif yang kerap diderita oleh manusia yang sudah lanjut usia.

Menurutnya fungsi utama jantung hanya untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Sebagaimana diketahui, jantung berdenyut lebih dari 100 ribu kali per hari dan mampu memompa darah sebanyak lima liter darah per hari.

Tentunya hal ini bukanlah sebuah kerja yang sangat ringan. Pasalnya, jika dikumpulkan maka jantung mampu memenuhi 10 kilometer kereta barang, apabila berdenyut selama 60 tahun lamanya.

dokter

Oleh sebab itu, jantung menjadi bagian tubuh yang sangat penting bagi hidup manusia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, Indonesia memiliki prevalensi penyakit jantung sebesar 1,5 persen.

Dokter Dicky menjelaskan penyakit jantung ini sangat berbahaya bahkan bisa menyebabkan penderitanya mati mendadak atau biasa dikenal dengan sudden death. Pada kesempatan ini pun, dr. Dicky menjelaskan beberapa penyebab utama yang bisa mengakibatkan seseorang mengalami kegagalan jantung.

“Penyebab penyakit jantung adalah hipertensi penyakit katup, hingga terjadi koroner dan bisa menyebabkan serangan jantung. Hal ini bisa menyebabkan penderitanya sudden death, mati mendadak,” tutur dr. Dicky, dalam acara Inovasi Alat Pacu Jantung Rumah Sakit Columbia Asia, Selasa (2/4/2019).

Lebih mengerikannya lagi, dr. Dicky mengatakan bahwa sebagian besar pasien yang mengalami gagal jantung kerap meninggal dunia. Meski demikian, Anda bisa melakukan deteksi sederhana untuk mengetahui gejala-gejala dari penyakit mematikan ini.

“Cepat lelah, terbangun karena tiba-tiba sesak, sesak saat terlentang, sesak saak aktivitas, bengkak tungkai bawah, kurangnya selera makan karena begah, menjadi salah satu gejala seseorang mengalami gagal jantung,” lanjutnya.

Sebagaimana diketahui, jantung normal akan berfungsi sebesar 55-70 persen. Namun, kalau fungsinya sudah dibawah 50 persen bisa dibilang seseorang sudah mengalami penurunan fungsi jantung.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini