nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alami Gagal Jantung, Kapan Pasien Bisa Pasang CRT?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 03 April 2019 02:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 02 481 2038421 alami-gagal-jantung-kapan-pasien-bisa-pasang-crt-oAb1ZbuALh.jpg Gagal jantung, kapan pasien bisa pasang CRT? (Foto:Ist)

MENERIMA vonis mengidap sebuah penyakit mematikan merupakan sebuah beban hidup tersendiri bagi seorang manusia, Tak sedikit dari mereka yang putus asa dan merelakan dirinya untuk segera kembali menuju sang pencipta. Meski demikian, seseorang tidak sepantasnya menyerah, masih banyak cara yang bisa dilakukan agar seorang pasien mampu bertahan hidup.

Seiring berkembangnya kecanggihan teknologi, kini telah hadir sebuah alat medis yang mampu meningkatkan keselamatan hidup seorang penderita gagal jantung. Alat ini disebut dengan Multipoint Pacing Cardiac Resynchronization Theraphy Pacemaker atau biasa dikenal dengan CRT Pacemaker.

Menurut Spesialis Jantung RS Columbia Asia, Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K), CRT Pacemaker ini digunakan bagi penderita gagal jantung dengan cara mensinkronkan denyut jantung pada bilik kiri dan kanan. Fungsinya supaya mampu bekerja lebih baik dalam memompa darah. Selain itu, alat ini juga dinilai telah melewati prosedur etik yang cukup Panjang hingga bisa diterapkan secara medis kepada manusia.

Baca Juga:

Cepat Lelah dan Sering Sesak, Waspada Penyakit Mematikan Ini!

Belanja Online, Syahrini Beli Panci hingga Kamera untuk Suami

"Alat ini berfungsi untuk mensinkronkan denyut jantung pada bilik kiri dan kanan. Kami telah melakukan percobaan ini pada hewan dan pernah dicoba pada manusia. Jadi alat ini sudah melewati prosedur etik yang sangat Panjang," terang Prof Yoga, dalam acara Inovasi Alat Pacu Jantung, Selasa (2/4/2019).

Lebih lanjut Prof Yoga juga mengklaim bawah penyakit gagal jantung adalah sebuah penyakit yang sangat mengerikan. Menurutnya, jika ada 10 orang yang didiagnosis mengalami gagal jantung, maka lima tahun ke depan hanya ada lima orang yang bisa bertahan hidup. Sementara dalam tempo sepuluh tahun ke depan, kemungkinan hanya ada satu orang yang bisa bertahan hidup.

Dalam kesempatan yang sama, Prof. Yoga juga mengajak para masyarakat untuk mencoba kecanggihan alat medis yang satu ini. Meski harganya terbilang cukup mahal, namun apabila banyak peminatnya, maka otomatis harga alat ini menjadi ikut menurun. Selain itu, dengan adanya edukasi yang tepat mengenai alat ini, diharapkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS) bisa terketuk hatinya untuk menggunakan alat ini.

"Jika volume pemasangnya meningkat, otomatis costnya juga akan menurun. Jika manfaat ini bisa menyebar luas, maka bisa mengetuk pintu BPJS untuk menggunakan alat canggih ini bagi pasien gagal jantung," tandasnya.

Rekan satu tim Prof. Sunu, dr. Dicky Armein Hanafy, SpJP(K) menegaskan para pasien gagal jantung yang ingin mencoba memasang CRT harus melewati beberapa skrining sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh para dokter spesialis jantung yang besangkutan.

"Yang jelas harus dipastikan pasiennya mengalami gagal jantung. Jadi kriteria pertama adalah tingkat injeksi jantungnya harus di bawah 35 persen. Jika masih diatas 35-55 persen maka kami tidak anjurkan. Yang kedua adalah ketidaksinkronan antara kedua belah bilik, pasalnya CRT berfungsi untuk mensinkronkan kerja jantung agar lebih efektif daya pompanya," tutur dr. Dicky.

Selain melakukan skrining seperti yang dilakukan di atas, pasien juga harus melewati pemeriksaan fisik seperti EKG dan Echo yang kurang lebih menghasilkan satu hingga dua jam. Jika semuanya siap dan beres, maka bisa dipasang CRT-nya hari itu juga. Meski demikian proses ini tentu memiliki beberapa risiko meski persentasenya sangatlah kecil.

"Risiko luka, pendarahan, infeksi, mungkin bisa berpotensi pada paru-paru maupun pembuluh darah. Selain itu, adanya malfungsi dari CRT juga bisa dialami oleh pasien, meskipun tingkat risikonya dibawah lima persen. Kami juga akan melakukan observasi selama tiga malam empat hari bagi para pasien yang melakukan operasi pemasangan CRT," tuntasnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini