nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wajar Tidak Sih bila Pasutri Selalu Nonton Film Porno Sebelum Bercinta?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Rabu 03 April 2019 00:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 02 485 2038276 wajar-tidak-sih-bila-pasutri-selalu-nonton-film-porno-sebelum-bercinta-UwVZMoYy19.jpg Ilustrasi (Foto: Hellosehat)

Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh pasangan untuk memanaskan suasana sebelum berhubungan intim, salah satunya dengan nonton film porno. Beberapa orang bahkan meyakini bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan libido dan memberikan variasi dalam aktivitas seksual.

Namun, apakah wajar bila Anda harus selalu menonton film porno setiap kali akan berhubungan intim?

Apakah hal ini menandakan bahwa Anda mengalami kecanduan? Berikut jawabannya yang dikutip dari laman Hellosehat:

Dampak ketergantungan nonton film porno sebelum berhubungan intim

Tidak dapat dipungkiri bahwa menonton film porno sebelum berhubungan intim dapat memberikan manfaat bagi sejumlah pasangan. Meski demikian, kegiatan ini juga dapat berdampak buruk pada hubungan bila telah berubah menjadi suatu kebiasaan.

Mengutip laman Psychology Today, kebutuhan berlebihan akan konten pornografi memiliki konsekuensi sebagai berikut.

- Menurunkan kepercayaan diri pasangan (baik pria maupun wanita) karena merasa bentuk tubuhnya tidak ideal.

- Performa seks menurun dan cemas saat berhubungan seks.

- Ada kecenderungan untuk menghindari hubungan asmara.

- Pihak yang mengalami ketergantungan terhadap kegiatan ini menjadi lebih sering meminta pasangannya melakukan adegan seks yang terdapat pada film porno.

- Libido meningkat saat nonton film porno, tapi justru berkurang saat melakukan hubungan intim yang sesungguhnya.

- Memperburuk ikatan emosional dalam hubungan karena pasangan merasa dikhianati atau dibohongi.

Selain itu, Anda bisa saja melupakan fakta bahwa film porno tidaklah menggambarkan hubungan intim yang sesungguhnya. Akibatnya, akan muncul berbagai harapan yang tidak realistis pada pasangan, seperti:

- Orgasme pasti membuat wanita meledak-ledak

- Wanita tidak membutuhkan foreplay agar bisa terangsang atau mencapai orgasme dengan mudah

- Laki-laki bisa mengalami ereksi dengan mudah

- Hampir semua wanita akan menikmati hubungan seks yang kasar atau seks anal

- Harapan-harapan yang tidak realistis ini dapat memicu kekecewaan, konflik, dan rasa frustasi bila terus berlanjut.

pasutri

Kebiasaan nonton film porno bisa sebabkan disfungsi seksual

Kebiasaan mengakses konten pornografi secara berlebihan tidak hanya dapat berdampak pada keadaan psikis, tapi juga fisik Anda saat berhubungan intim dengan pasangan. Bahkan, hal ini juga dapat memicu beragam kondisi yang tergolong sebagai disfungsi seksual.

Begitu mengalami ketergantungan pada film porno, Anda akan lebih mudah terangsang oleh kegiatan tersebut dibandingkan oleh pasangan. Akan lebih sulit bagi Anda untuk mencapai ereksi, terlebih lagi ejakulasi. Lama-kelamaan, film porno biasa pun tidak akan cukup untuk menimbulkan rangsangan karena Anda membutuhkan jenis film porno lain yang lebih ekstrem.

Kebiasaan nonton film porno sebelum berhubungan intim menjadi tidak wajar bila Anda mulai menunjukkan tanda-tanda berikut:

- Lebih memilih menonton film porno dibandingkan hubungan intim yang sesungguhnya.

- Membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk mencapai orgasme.

- Perlu membayangkan adegan-adegan dalam film porno untuk mempertahankan ereksi dan mencapai orgasme.

- Hubungan intim dengan pasangan terasa seperti dilakukan dengan orang lain.

Merahasiakan hal-hal seputar kebiasaan menonton film porno dari pasangan, termasuk lamanya waktu menonton dan jenis film porno yang ditonton.

Kebiasaan nonton film porno sebelum berhubungan intim tidaklah berbahaya bila dilakukan dalam batas wajar. Selain membantu meningkatkan libido, konten pornografi juga dapat menjadi sumber pengetahuan bagi pasangan sehingga aktivitas intim tidak membosankan.

Hal terpenting yang perlu diingat adalah bagaimana cara membatasi kegiatan ini agar perhatian Anda tidak teralihkan dari keintiman hubungan seksual yang sesungguhnya. Bagaimanapun, aktivitas intim yang berkualitas dengan pasangan merupakan salah satu kunci menjaga hubungan tetap langgeng.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini