nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Generasi Milenial Masih Peduli untuk Donasi

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 02 April 2019 19:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 02 612 2038336 generasi-milenial-masih-peduli-untuk-donasi-8WfBBFzca1.jpg Generasi milenial masih peduli untuk berdonasi (Foto:Ist)

KEHADIRAN media sosial membawa dampak tersendiri bagi gaya hidup masyarakat. Ada yang positif, ada pula yang negatif. Salah satu dampak positif adalah sekarang ini bila diperhatikan semakin banyak orang yang menggalang dana di media sosial. Hal ini dikarenakan tingginya respon pengguna media sosial untuk memberikan donasi.

Agnes Aninditya Kumala Aprilia selaku CEO Hepi Inc mengatakan generasi muda sekarang ini khususnya kaum milenial sangat memercayai media sosial. Maka tak heran jika informasi menyangkut aksi sosial dengan cepat menjadi viral. Belum lagi adanya influencer yang ikut menyerukan aksi tersebut.

“Kami pernah membuat beberapa campaign yang viral dan responnya cukup banyak. Salah satu contohnya tahun lalu ketika bulan puasa, kami mencoba mengajak anak-anak muda share seseorang di sekitarnya untuk berbuat kebaikan. Ada yang meng-share di Yogyakarta ada pedagang donat dimana suaminya buta dan istrinya tuli, itu jadi viral dan banyak yang membeli,” ungkap Agnes saat ditemui Okezone dalam konferensi pers ‘#KolaborasiHepi Kindness is the New Lifestyle’, Selasa (2/4/2019) di Jakarta.

Baca Juga:

Kemben Cupita Gobas Melorot, Intip Gaya Lain dengan Baju Serba Ketat

Cepat Lelah dan Sering Sesak, Waspada Penyakit Mematikan Ini!

Di sisi lain, menurutnya anak-anak muda lebih suka membantu sesuatu yang bersifat darurat. Sebagai contoh, jika ada bayi yang harus dioperasi minggu ini, maka mereka dengan semangat memviralkan dan ikut mendonasikan. Tapi balik lagi, fokus pemberian bantuan biasanya tergantung dengan pilihannya masing-masing dan latar belakangnya.

Bekerja sama dengan Dompet Dhuafa, Agnes mengatakan ingin mengajak generasi muda untuk membantu orang-orang yang kekurangan namun tidak merasa terbebani. Terlebih berdasarkan data sebenarnya banyak anak muda yang tergerak untuk memberikan donasi. Hal ini diungkapkan oleh Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa.

“Saya baru dapat data kemarin, ternyata 60% pembayar donasi adalah anak-anak milenial yang usianya antara 18-30 tahun. Hal ini membuktikan anak-anak muda sekarang sudah mulai mau berbagai padahal mungkin mereka masih kuliah atau sudah bekerja. Jumlah yang mereka donasikan memang masih dalam kisaran Rp200 ribu-Rp 1 juta, tapi ke depannya kami berharap mereka bisa menjadi donatur dengan jumlah yang lebih besar karena sudah menjadi profesional dan berusaha,” ungkap Yuli saat ditemui dalam kesempatan yang sama.

Selain itu, para generasi milenial yang tergerak untuk memberikan donasi lebih tertarik untuk menyalurkannya melalui aplikasi atau transaksi online. “Jadi anak-anak muda sekarang bisa donasi dan bayar dengan sangat cepat,” pungkas Yuli.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini