nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Isra Miraj, Seperti Ini Salat yang Dilakukan Nabi Muhammad SAW

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 03 April 2019 11:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 03 196 2038577 sebelum-isra-miraj-seperti-ini-salat-yang-dilakukan-nabi-muhammad-saw-SjkiU6LCgD.jpg ilustrasi (Foto: Seekershub)

Hari ini, umat Muslim di seluruh Indonesia tengah merayakan Isra Miraj yang jatuh pada 27 Rajab atau Rabu, (3/4/2019). Berdasarkan asal usulnya, Isra Miraj merupakan bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja.

Kejadian tersebut merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah dia mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam. Dengan kata lain, kewajiban shalat lima waktu memang baru muncul setelah Isra Miraj.

Namun, tahukah Anda bahwa sebetulnya kewajiban shalat sudah ada sebelum peristiwa tersebut. Shalat diwajibkan kepada Nabi Muhammad SAW sedari awal ia diangkat sebagai nabi dan menerima wahyu pertama.

Hal ini ditegaskan dalam hadis riwayat Ahmad dan Ad-Daraquthni; 

أن جبريل أتاه في أول ما أوحي إليه فعلمه الوضوء والصلاة

Artinya, “Jibril datang kepada Rasul ketika menyampaikan wahyu pertama dan mengajarkan Rasul wudhu’ dan shalat,” (HR Ahmad dan Ad-Daraquthni).

Selain itu, menurut Ibnu Ishaq, kewajiban shalat dimulai sejak Rasulullah menerima wahyu pertama. Bahkan, Rasul dan Khadijah sudah menunaikan ibadah shalat sebelum shalat lima waktu diwajibkan.

alquran

Para sahabat pun diperintahkan untuk mengerjakan shalat dan berbuat baik. Hal ini dijabarkan dari hadits yang dikutip oleh Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Kitab Fathul Bari Syarah Shahih Al Bukhari. Dalam kitab itu, Ibnu Rajab menulis: 

وقال ابن عباس: حدثني أبو سفيان في حديث هرقل، فقال يأمرنا، يعني النبي صلى الله عليه وسلم، بالصلاة والصدق والعفاف

Artinya, “Ibnu Abbas berkata, dari Abu Sufyan tentang hadits Herakilius bahwa Nabi Muhammad SAW memerintahkan kami shalat, jujur, dan menjaga harga diri.”

Lalu, berapa rakaat kah shalat yang dilakukan Rasulullah dan para sahabat sebelum Isra‘?

Menilik penjelasan di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa perintah untuk mengerjakan shalat memang sudah ada sebelum peristiwa Isra‘. Hanya saja, bentuk shalat, berapa rakaat, dan kapan saja waktunya masih belum pasti.

Seperti yang tertera pada penjelasan Ibnu Rajab dalam Fathul Bari. Disebutkan bahwa sejumlah ulama berbeda pendapat terkait bagaimana shalat Rasul sebelum isra’. Namun, seluruh ulama ingin membuktikan bahwa kewajiban shalat sudah ada sebelum isra’. Ibnu Rajab menjelaskan: 

لكن قد قيل: إنه كان قد فرض عليه ركعتان في أول النهار وركعتان في أخره فقط...وقال قتادة: كان بدء الصلاة ركعتين بالغداة وركعتين بالعشي

Artinya, “Tetapi, ada yang mengatakan bahwa shalat yang diwajibkan pada Rasul pada awalnya adalah dua rakaat shubuh dan dua rakaat waktu malam… Qatadah mengatakan, ‘Shalat pertama kali adalah dua rakaat shubuh dan dua rakaat isya.’”

Dengan demikian, perintah shalat pertama kali tidak langsung lima waktu, tetapi hanya dua kali sehari, yaitu dua rakaat di waktu shubuh dan dua rakaat di waktu isya.

Shalat Nabi sebelum Miraj

Penjelasannya ternyata tidak berhenti di situ saja, muncul lagi sebuah pertanyaan kira-kira seperti apa shalat yang dikerjakan Nabi sebelum mi’raj?

Sebagaimana diketahui, sebelum Miraj, Rasulullah berhenti di Baitul Maqdis untuk mengerjakan shalat. Hal ini seperti dikisahkan dalam banyak hadits isra’ miraj. Salah satu penggalan hadits tersebut adalah:

ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْن

Artinya, “Kemudian Rasul masuk masjid dan shalat dua rakaat.”

Ali Mula Al-Qari dalam Mirqatul Mafatih pada saat menjelaskan hadits ini mengatakan:

أي: تحية المسجد، والظاهر أن هذه في الصلاة التي اقتدى به الأنبياء وصار فيها إمام الأصفياء

Artinya, “Maksudnya, shalat tahiyatul masjid. Secara lahir, inilah shalat yang diikuti oleh para Nabi, sehingga Nabi Muhammad menjadi imamnya para Nabi.”

Merujuk pendapat Mula Al-Qari, shalat yang dikerjakan Nabi di Baitul Maqdis adalah shalat tahiyatul masjid dan jumlah rakaatnya dua rakaat.

Dengan demikian, kewajiban shalat sudah ada sebelum isra miraj, meskipun jumlahnya tidak seperti shalat lima waktu. Begitu pula kewajiban wudhu. Cara wudhu dan shalat ini diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Wallahu a’lam. Demikian dilansir Okezone dari Nu.or.id, Rabu (3/4/2019).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini