nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengintip Indah dan Mewahnya Restoran Bawah Laut Pertama di Eropa

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 08:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 04 298 2039212 mengintip-indah-dan-mewahnya-restoran-bawah-laut-pertama-di-eropa-mnu0rIe5hF.jpg Under Norwegia, Restoran bawah laut pertama di Eropa (Foto: Al Bawaba)

Berwisata kuliner di restoran bawah laut masih terus digandrungi. Sebetulnya wisata satu ini sudah muncul beberapa tahun belakangan, namun belakangan wisata kuliner model ini masih terus menjadi tren.

Tak heran bila restoran bawah laut ini terus bermunculan. Nah yang terbaru adalah restoran bawah laut pertama di Benua Eropa bernama Under. Setelah proses pembangunan yang memakan waktu sekitar 18 bulan, akhirnya restoran ini baru saja dibuka di Desa Baly, dekat dengan Lindesnes di pantai selatan Norwegia.

Dirancang oleh Snohetta, firma arsitektur yang merancang Oslo Opera House dan National September 11 Museum di New York, restoran ini memiliki ruang untuk 40 tamu dan jendela observasi besar yang menawarkan pemandangan Samudra Atlantik Utara.

restoran bawah laut

Dikutip Lonely Planet, pemesanan sudah dibuka pada November tahun lalu. Untuk minggu depan dan sesuai jadwal yang ada, hanya teman dan keluarga pemilik yang dapat mengunjungi. Lalu, pelanggan yang membayar pertama akan disambut pada bulan April mendatang.

Namun, berwisata kuliner di sini bukanlah perkara mudah. Anda harus bersabar, karena sekitar 7.000 orang telah memesan. Dan menurut situs web-nya hingga 12 September mendatang, tempat ini sudah full booked .

restoran bawah laut

Mereka yang makan di sini akan disuguhi dengan 18 menu yang disajikan secara maraton yang dibuat koki Nicolai Ellitsgaard, yang sebelumnya bekerja di restoran Maltid di Kristiansand. Karena berada di alam laut, tak heran menu ikan sangat menonjol, termasuk domba liar dan burung laut.

Untuk sayurannya, ada kangkung laut, jamur liar, dan beri yang merupakan santapan khas Skandinavia. Untuk makan di sini, setiap tamu harus merogoh kocek lebih dari 200 poundsterling (Rp3,7 juta) per kepala, atau 330 poundsterling (Rp6,2 juta) jika Anda menginginkan minuman anggur.

restoran bawah laut

Selain makanan, bangunan restoran ini juga menjadi daya tarik besar. Dari luar tampak seperti wadah beton yang “dilemparkan” ke tempat dangkal. Dinding beton tebal restoran sebagian terendam hingga lima meter di bawah permukaan laut di Lindesnes di ujung paling selatan garis pantai Norwegia.

Tempat ini juga memiliki tiga tingkat, yakni pintu masuk dan ruang ganti, bar sampanye, dan restoran utama. Adapun pintu masuk memiliki informasi tentang kehidupan laut setempat, bar sampanye ada di lantai bawah, sementara area makannya ada di dasar laut. Jendela restoran seperti raksasa periskop yang keluar ke laut.

Cangkang beton bangunan juga akan menjadi terumbu buatan dan alat akan ditambahkan ke luar untuk memungkinkan peneliti mempelajari biologi kelautan dan perilaku ikan. Pada waktunya nanti, pihak dapur bahkan berharap dapat memanen bahan-bahan dari dinding luar restoran.

Adapun interiornya lebih bersifat Scandi, yakni minimalis dan banyak menggunakan kayu. “Under telah dirancang dengan pertimbangan sensitif untuk konteks geografis dan tetangga perairannya. Pada saatnya nanti struktur itu akan menjadi bagian dari lingkungan lautnya.

Itu karena kekasaran cangkang beton akan berfungsi sebagai terumbu buatan, menyambut limpet dan rumput laut untuk menghuninya. Dengan dinding beton tebal yang membentang di garis pantai yang terjal, struktur ini dibangun untuk menahan tekanan dan goncangan dari kondisi laut yang berbatu.

Seperti sebuah periskop cekung, jendela-jendela akrilik besar dari restoran menawarkan pemandangan dasar laut saat ia berubah sepanjang musim dan berbagai kondisi cuaca,” sebut Snohetta, dikutip Telegraph.

Restoran ini bukan hanya memberi sebuah kesempatan pengunjung untuk membenamkan diri di Norwegia, juga bisa sambil menikmati pengalaman wisata kuliner yang luar biasa. Selain di sini, ada pilihan lain untuk bersantap di bawah laut di Eropa, yaitu Pearl di Brussels yang akan melayani pengunjung di kolam renang dalam.

Namun, untuk memesannya, Anda harus memiliki sertifikat kursus selam terlebih dahulu. Jika Anda tidak bisa menunggu hingga September untuk pengalaman bersantap di bawah air, ada opsi lain, yakni restoran bawah laut Ithaa yang terletak di Pulau Conrad Rangali di Maladewa.

Restoran ini sudah dibuka sejak tahun 2004. Anda juga bisa menikmati restoran bawah laut 5,8 Undersea di Hurawalhi Island Resort. Lalu Restoran Subsix yang terletak di Per Aquum Niyama Resort. Jangan lewatkan juga mencoba Nathan Outlaw di Al Mahara, di Burj Al Arab Dubai, yang memiliki akuarium besar.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini