nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Melukis Dalam Gelap, Begini Indahnya Lukisan Karya 5 Seniman Indonesia

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 22:17 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 04 406 2039226 melukis-dalam-gelap-begini-indahnya-lukisan-karya-5-seniman-indonesia-NVOwma7sNc.jpeg Seniman melukis saat Earth Hour (Foto: Utami Evi Riyani/Okezone)

Peringatan Global Earth Hour tahun ini dilakukan di Indonesia pada Sabtu, 30 Maret lalu. Aksi mematikan lampu selama satu jam ini dilakukan pada pukul 20.30-21.30.

Di Jakarta, momen ini dimanfaatkan oleh lima seniman lokal untuk menciptakan karya lukisan yang berisi pesan khusus tentang lingkungan atau kelestarian alam Indonesia. Kelima seniman tersebut adalah Iwan Suhaya, Mayek Prayitno, Adelano Wibowo, Ifat Futuh, dan Tri Pamuji.

Dipilih secara khusus oleh Siji Art Management, kelima seniman tersebut bergabung dalam "Live Painting in The Dark" yang digelar oleh The Ritz-Carlton Jakarta yang berlokasi di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Hotel bintang lima ini berpartisipasi dalam pelestarian bumi dengan mematikan lampu selama 60 menit penuh.

 

Pada saat lampu dimatikan, lima seniman itu mulai mengekspresikan rasa peduli mereka pada lingkungan di atas kanvas. Dengan tema Earth 'Art' Hour 2019, mereka melukis keadaan alam hingga bumi secara utuh.

 Baca Juga: Gaya Hidup Jetset Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei, Monarki Terkaya Kedua di Dunia

"Kami sangat mendukung dan mengakomodir acara ini dalam upaya kami menyampaikan pentingnya penghematan energi. Kami pun dengan bangga turut mendukung dan merangkul karya seni anak bangsa di mana selama acara berlangsung, setiap karya seni mencerminkan isu-isu di bumi melalui imajinasi dan kreativitas para seniman," ujar Adeza Hamzah, Cluster Director of Marteting Communications The Ritz-Carltonn Jakarta, Mega Kuningan & JW Marriott Hotel Jakarta.

 

Iwan Suhaya melukis sebuah pohon yang tumbuh di gurun. Dari karyanya tersebut, ia menggambarkan keadaan bumi saat ini.

 Baca Juga: Terapkan Kebiasaan Hidup Sehat Setiap Hari, Rahasia Tubuh Fit dan Awet Muda Hary dan Liliana Tanoesoedibjo

"Di dalam lukisan ini ada flora dan fauna. Ini diharapkan bisa mewakili keadaan bumi sekarang yang sudah mulai sekarat," ujarnya.

Peringatan Earth Hour awalnya dilakukan di Sydney, Australia pada 2007. Kemudian berkembang menjadi gerakan global dengan ratusan juta orang dari lebih dari 5.000 kota di 135 negara di seluruh dunia, menciptakan sejarah dunia sebagai gerakan ramah lingkungan terbesar.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini