Punya Kelainan Genetik, Wanita Ini Tak Kenal Rasa Sakit

Nur Anisa Putri, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 04 481 2039110 punya-kelainan-genetik-wanita-ini-tak-kenal-rasa-sakit-8Quna8PR5I.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

JO Cameron, wanita berusia 71 tahun yang berasal dari Skotlandia, adalah satu dari dua orang di dunia yang memiliki genetik langka. Cameron pun baru menyadari penyakit ini pada usia 65 tahun.

Kelainan genetik itu baru terungkap ketika dia menjalani operasi tangannya, tanpa obat penghilang rasa sakit. Ahli anestesi pun merujuknya ke ahli genetika nyeri di University College London dan Oxford University, di mana tes menunjukkan bahwa dia memiliki mutasi pada gen yang sebelumnya tidak diketahui.

Cerita bagaimana Jo akhirnya menjalani operasi di tangannya pun cukup menarik, lantaran dia berjalan miring, tetapi tidak pernah melaporkan rasa sakit, dokter bahkan tidak perlu melakukan pemindaian x-ray di pinggulnya untuk mengetahui ada yang salah dengan tulangnya.

Baca Juga: Naksir dengan Cowok di Sebelahnya, Cewek Ini Nekat E-mail Maskapai untuk Tahu Identitas Penumpang

Ketika seseorang akhirnya memutuskan untuk menyelidiki masalah ini dengan lebih teliti, mereka menemukan kerusakan sendi yang masif, dan bagi kebanyakan orang mustahil untuk hidup tanpa obat penghilang rasa sakit.

Tapi, Cameron hanya meminum dua tablet parasetamol sehari. Ketika ia memulihkan diri di rumah sakit, dokter memperhatikan bahwa ibu jarinya cacat akibat osteoartritis dan menjadwalkannya untuk operasi tangan ganda, sebuah prosedur yang oleh banyak ahli katakan sangat menyiksa, namun Jo tidak merasakan sakit sama sekali.

“Melihat ke belakang, saya sadar saya tidak membutuhkan obat penghilang rasa sakit, tetapi jika Anda tidak membutuhkannya, maka tidak ada yang perlu dipertanyakan, walaupun berbeda saya menerima diri saya apa adanya.” ujar Jo kepada BBC di Skotlandia.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Kebiasaan Pipis di Malam Hari, Dampaknya Serius

Para ilmuwan mengetahui bahwa dia tidak merasakan sakit ketika melahirkan anak-anaknya, justru dia menggambarkan sebagai pengalaman yang ‘menyenangkan’. Dia juga pernah secara tidak sengaja membakar tangannya di atas kompor dan hanya merasakan baunya. Patah, luka dan memar tampaknya tidak memberikan efek rasa sakit sama sekali untuk Jo.

Tapi tidak hanya kebal dengan rasa sakit, dalam tes stres dan depresinya, wanita Skotlandia itu mendapat nilai nol, yang menurut para ilmuwan luar biasa. Dia selalu ceria dan tidak pernah panik, bahkan dalam situasi di mana sebagian besar dari kita akan ketakutan.

Sebagai contoh, dua tahun lalu, ketika sebuah mobil lain menabrak mobilnya di jalan, Jo hanya turun dari mobilnya yang telah terbalik dan pergi untuk menenangkan pengemudi yang menabraknya itu. Ia bahkan tidak menyadari dengan memarnya sendiri.

Dokter berharap bahwa genetik yang luar biasa ini akan membantu para ilmuwan mengembangkan obat penghilang rasa sakit baru yang berpotensi dapat menawarkan pereda nyeri pasca-operasi yang lebih efisien.

Dr. Devjit Srivastava mengatakan bahwa, terlepas dari semua kemajuan di bidang obat penghilang rasa sakit, satu dari dua pasien operasi saat ini masih mengalami nyeri sedang hingga berat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini