nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

7 Hewan yang Sangat Agresif Urusan Ranjang, Bisa Sampai Bertaruh Nyawa!

Nur Anisa Putri, Jurnalis · Kamis 04 April 2019 22:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 04 612 2039050 7-hewan-yang-sangat-agresif-urusan-ranjang-bisa-sampai-bertaruh-nyawa-ILWoyKsJhS.jpg Bebek. (Foto: Delta Waterfowl)

HEWAN memang cukup berbahaya, meskipun kita merasa mereka sudah jinak. Padahal, meskipun dipelihara oleh orang, semua hewan masih memiliki sifat liar yang alami. Tidak heran jika hewan paling lucu pun bisa menjadi binatang buas yang agresif.

Salah satu yang tidak bisa hilang adalah ritual seks mereka, yang sering terjadi secara agresif dan dapat menjadi ekstrem, seperti membunuh teman pasangannya di tengah-tengah hubungan seksual dan kemudian memakannya. Melansir ranker, ini 7 hewan yang berhubungan seks secara ganas dan kasar.

Baca Juga: Naksir dengan Cowok di Sebelahnya, Cewek Ini Nekat E-mail Maskapai untuk Tahu Identitas Penumpang


1. Ikan sungut ganda

Ikan sungut ganda atau anglerfish jantan adalah ikan yang sangat manja, sehingga secara permanen menyatu dengan pasangannya. Ketika si jantan menemukan betina yang diminati, maka ia akan menggigit perutnya dan menempel padanya.

Akhirnya, kulit dan pembuluh darah mereka bergabung, yang memungkinkan laki-laki untuk menyedot nutrisi dari perempuan dan memberikan sperma secara terus menerus

2. Belalang

Tidak ada seks yang lebih kejam daripada seks yang berakhir dengan pembunuhan. Contohnya seperti belalang betina yang memakan kepala belalang jantan.

Meskipun ini jelas tidak menguntungkan untuk belalang jantan, namun keturunan mereka sangat diuntungkan. Betina yang memakan kepala pasangannya menghasilkan rata-rata 88 telur, sedangkan betina yang tidak memakan kepala pasangannya, hanya menghasilkan 37 telur.

3. Gajah laut

Gajah laut mungkin terlihat lucu dan menyenangkan, tetapi ketika berhubungan seks, mereka adalah salah satu hewan yang paling kejam di dunia. Selama musim kawin gajah laut jantan, yang juga dikenal sebagai lembu jantan, bersaing untuk kawin dengan betina.

Kompetisi melibatkan serangan fisik dan dapat menghasilkan anak jantan yang lebih besar dan lebih kuat. Sekira 30 persen hingga 80 persen gajah laut jantan tidak pernah kawin, karena gajah laut jantan yang lebih dominan membunuh mereka terlebih dahulu.

4. Lebah

Setelah lebah ratu muncul sebagai pemenang karena membunuh semua wanita lain di dalam sarang, dia memilih dua belas lebah jantan paling menarik untuk dikawinkan. Sayangnya untuk beberapa yang dipilih, saat mencapai klimaks alat kelamin mereka meledak sehingga lebah jantan mati, dan alat kelamin mereka tetap di dalam ratu.

Penis yang dipotong berfungsi sebagai penyumbat untuk mencegah jantan lainnya membuahi ratu dan sang ratu pun memiliki cukup sperma untuk membuahi hingga 1.500 telur per hari selama tiga tahun.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Kebiasaan Pipis di Malam Hari, Dampaknya Serius


5. Antechinus

Antechinus, tikus berkantung yang mirip tikus di Australia, sangat bersemangat untuk bercinta sehingga benar-benar akan mengacaukan dirinya sendiri sampai mati. Selama musim kawin, yang terjadi pada bulan Agustus, antechinus jantan akan kawin dengan sebanyak mungkin betina.

Karena tubuhnya secara permanen berhenti memproduksi testosteron, mereka tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk meneruskan gennya. Hingga kelelahan mendatangi mereka, maka tubuhnya akan hancur.

Antechinus akan kehilangan bulu, pendarahan internal, testosteron yang hancur dan tingkat hormon stres, sistem kekebalan tubuh yang gagal, dan akhirnya kematian.

6. Bebek

Walaupun seks bebek tidak selalu berakhir dengan kematian, namun masih terdengar sangat kejam. Bebek jantan memiliki penis yang panjangnya bisa mencapai 9 inci.

Penis ini dapat berubah bentuk, yang membantu mereka mengarahkan vagina bebek betina dan alat kelamin betina telah berevolusi untuk melindungi mereka dari pejantan yang agresif secara seksual. Vagina bebek terkadang memiliki kantong perangkap, dan penis bebek terkadang berduri.

7. Simpanse

Seperti manusia laki-laki, simpanse jantan bisa menjadi sangat agresif secara seksual. Mereka menyerang perempuan, merobek rambut mereka, dan memukulinya secara fisik dalam upaya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Mereka juga diketahui membunuh anak laki-laki saingannya, membebaskan ibu mereka untuk kawin lebih lanjut. Betina mencoba mencegah hal ini dengan kawin dengan semua jantan di pasukan mereka, sehingga tidak ada yang yakin siapa yang menjadi ayah dari seorang bayi.

Beberapa ilmuwan percaya mempelajari perilaku seksual simpanse dapat membantu kita lebih memahami dan mencegah kekerasan seksual di antara manusia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini