nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Koleksi Fashion Ramah Lingkungan, Terbuat dari Daun Nanas hingga Ampas Jeruk

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 12:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 05 194 2039367 koleksi-fashion-ramah-lingkungan-terbuat-dari-daun-nanas-hingga-ampas-jeruk-zkSE4okXJl.jpeg Lini fesyen dengan konsep ramah lingkungan (Foto: Pradita/Okezone)

MENDENGAR kata industri fast fashion, tidak bisa dimungkiri memang yang terbayang di benak sebagian besar orang awam adalah industri atau perusahaan retail yang memproduksi barang-barang atau produk fesyen secara massal dalam waktu singkat karena tingginya akan permintaan pasar.

Sehubungan dengan hal tersebut, proses produksi dari retail fast fashion yang begitu cepat dan besar akhirnya tidak terhindarkan dari begitu banyaknya limbah yang dihasilkan. Sehingga imej akan industri retail, salah satunya fast fashion cukup merusak lingkungan menjadi hal yang tidak terhindarkan.

 BACA JUGA: Tren Popok Jeans Seharga Rp 4,5 Juta Hebohkan Dunia Maya, Siapa Berani Pakai?

Namun jangan salah, ternyata seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, para pelaku industri fast fashion nyatanya telah berupaya untuk memproduksi barang alias produk-produk fast fashion dengan lebih ramah lingkungan. Salah satunya dengan metode penggunaan bahan-bahan alami, yang mana tidak terpikirkan bisa diolah sedemikian rupa untuk bisa jadi material bahan untuk membuat produk fast fashion, contohnya busana dan alas kaki.

Inilah yang tengah dilakukan oleh retail fast fashion ternama, H&M dalam merilis koleksi terbarunya, ‘Conscious Exclusive Collection’ untuk koleksi musim semi 2019 yang didominasi oleh busana bergaya Bohemian. Di koleksi kali ini, retail satu ini ternyata menggunakan tiga bahan alami yang terbuat dari sumber daya berkelanjutan sebagai material utama.

 

Pertama ada Pinatex, material tekstil alami yang dibuat dari dari daun buah nanas. Yup, Anda tidak salah membaca kok! Penggunaan daun nanas ini dipakai sebagai material bahan utama untuk membuat salah satunya, jaket. Jaket yang secara tampilan visualnya seperti layaknya jaket kulit biasa tersebut, nyatanya membutuhkan sekitar 26 kilogram daun nanas segar untuk membuat satu potong jaket.

Lalu material bahan kedua selanjutnya ialah kulit jeruk, sisa sampah kulit jeruk diolah sedemikan rupa untuk menjadi potongan busana yang mana sekilas tampak seperti kain sutra. Sisa-sisa kulit jeruk sebanyak 2,3kilogram dikumpulkan dan diolah menjadi bubuk (orange powder) dicampur dengan 4,6kilogram ampas jeruk, lalu diolah menjadi garment yang menyerupai sutra, begitu lembut dan feminin saat sudah berwujud setelan busana, blus lengan panjang dan rok lipit.

 

Kemudian terakhir ada yang dinamakan Bloom Foam, busa fleksibel berbasis tanaman menggunakan biomassa alga dari sumber air tawar yang bisa membunuh tanaman di laut. Kemudian diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan sebagai material bahan untuk membuat koleksi sandal. Dari satu pasang sandal dengan Bloom Foam insole ini ternyata sama dengan sebanyak 112,5 liter air bersih ‘dikembalikan’ ke alam.

 

Ketika ditanya, apakah memang penerapan sumber daya berkelanjutan ini memang sedang tren di industri fesyen retail dunia. Cindy Joanna, selaku perwakilan resmi dari H&M Indonesia menerangkan, pada dasarnya hal ini sudah cukup lama dilakukan lini retail fesyen satu ini.

“Tren sustainable ya kan kita harus peduli sama lingkungan, dan sebenarnya kita sudah jalani konsep ini sudah dari beberapa tahun yang lalu, tepatnya delapan tahun lalu. Tahun lalu contohnya kita pakai sisa-sisa jaring untuk melaut, dan sejauh ini di tahun ini 95 persen kita sudah pakai cotton, benang kapas organik. 2020 sih targetnya 100 persen semua sudah pakai organic cotton,” terang Cindy saat ditemui Okezone, Kamis 4 April 2019 di H&M Showroom, Gandaria, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan yang sama, Cindy menambahkan semoga dengan penerapan sistem sustainable sources seperti ini anggapan bahwa retail fast fashion itu semuanya merusak dan tidak menjaga lingkungan bisa mulai ditinggalkan masyarakat umum.

 BACA JUGA : 6 Zodiak yang Menjauhkan Hidupnya dari Drama-Drama yang Gak Penting

“Buktinya kita sudah memikirkan dan lakuin ini delapan tahun yang lalu. Dengan koleksi ini sekaligus membuktikan bahwa kita bisa kok tampil modis, stylish, tanpa merusak lingkungan dan tentunya tidak harus mahal,” tandas Cindy.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini