nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Keseruan Memasak ala Molecular Gastronomi yang Dipenuhi Kejutan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 05 April 2019 21:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 05 298 2039648 intip-keseruan-memasak-ala-molecular-gastronomi-yang-dipenuhi-kejutan-h0GIV4Tqbw.jpeg Chef Ronald Prasanto (Foto: Dimas/Okezone)

Untuk alasan bersenang-senang dan bereksplorasi, dunia kuliner perlu sentuhan molecular gastronomy. Sensasi yang disuguhkan oleh konsep kuliner ini juga dapat memberikan pengalaman baru bagi para penikmatnya.

Hari ini, Jumat (5/4/2019), Okezone berkesempatan menyaksikan langsung seperti apa proses pengolahan makanan bergaya Molecular Gastronomi, yang dipandu oleh Chef Ronald Prasanto, salah seorang molecular gastronomist Indonesia. Dia juga merupakan coffee expert, dan pendiri Ron's Laboratory.

Menu pertama yang diperagakan adalah olahan teh bunga telang yang terinspirasi dari es timun dari Aceh. Untuk membuat minuman ini ia menggunakan air seduhan bunga telang, perasan lemon, parutan timun, kemudian sebagai pelengkap diberi tambahan dry ice sebagai pertunjukkan utamanya.

“Dry ice itu nama lainnya karbondioksida atau Co2, suhunya bisa sampai -140 derajat celcius. Penggunaan dry ice ini dimaksudkan untuk menimbulkan sensasi soda yang berasal dari pelepasan karbondioksida,” tutur Ron.

chef

Benar saja, saat dry ice dimasukkan ke dalam gelas minuman, efek asap yang ditimbulkan berhasil membuat seisi ruangan berdecak kagum. Rasa minuman ini pun ternyata cukup menyegarkan, jika dibandingkan dengan minuman bersoda pada umumnya.

“Minuman ini juga bisa dibuat di rumah. Sekarang sudah banyak yang jual Co2 di e-commerce. Sekarang, tinggal menyesuaikan dengan selera. Kalau mau sodanya strong jangan kelamaan menunggu. Langsung diminum saja. Tapi jangan sampai dry icenya ikut tertelan bisa menyebabkan lidah mati rasa, dan merusak syaraf,” kata Ron, di Ramurasa, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019).

chef

Menu kedua dibuat oleh Ron adalah dark chocolate ice cream. Bahan-bahan yang digunakan antara lain susu chair, whipped cream, sugar, emulsifier, dan nitrogen cair (N2).

“Air dan minyak itu kan tidak bisa tercampur, makanya kita menggunakan emulsifier dan disini saya pakai gelatin. Sedangkan nitrogen cair untuk mendinginkan adonan ice cream,” tambahnya.

Baca Juga : Seksinya Tasya Rosmala, Biduan Pantura yang Hobi Berpakaian Ketat

Bagi Ron, hasil akhir molecular gastronomy akan menjadi produk yang unik dan menghibur, sehingga sangat baik untuk marketing secara visual. Ron menambahkan molecular gastronomy secara harfiah sering dinamakan dengan cooking with science meskipun dia pun buru-buru menyatakan pada prinsipnya semua seni memasak itu juga sains.

Baca Juga : Potret Hot Mamah Muda Jelly Jelo, Model Seksi Beranak Satu

Namun, apakah reaksi-reaksi kimia yang ada di Molecular Gastronomy tidak berbahaya?

Ron mengatakan, pada dasarnya yang berbahaya adalah makanan yang tidak diukur dan juga yang berlebihan. Bahkan hal yang baik bila berlebihan akan berbahaya.

“Contohnya air, dua liter sehari sangat baik. Tapi kalau minum 19 liter langsung, bisa-bisa dirawatdi rumah sakit. Dan yg sering buat seram adalah penamaan secara kimia. Contoh: air akan lebih friendly daripada dihydrogen monoxide,” tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini