Tinggal Satu Atap Bersama Puluhan Istri, Pria Ini Dinobatkan sebagai Kepala Keluarga Terbesar di Dunia

Tiara Putri, Jurnalis · Minggu 07 April 2019 00:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 04 06 612 2040013 tinggal-satu-atap-bersama-puluhan-istri-pria-ini-dinobatkan-sebagai-kepala-keluarga-terbesar-di-dunia-1MzMSw7C1h.JPG Keluarga terbesar di dunia (Foto: Biggest family)

TIDAK semua orang menganut monogami dalam pernikahannya. Ada suami atau istri yang dapat menikahi lebih dari satu orang. Tapi bagaimana jika ada yang menikahi puluhan orang? Kisah inilah yang terjadi pada Ziona Chana.

Pria dari Mizoram, India itu diyakini sebagai kepala keluarga terbesar di dunia. Ziona menikah dengan dengan 39 istri. Dari pernikahan puluhan kali itu, dirinya memiliki 94 anak,14 menantu perempuan, dan 33 cucu. Jumlahnya diperkirakan akan terus bertambah.

Uniknya, semua istri, anak, menantu, dan cucunya tinggal bersama dalam satu atap di desa Baktwang Tlangnuam, distrik Serchhip. Hal itu membuat rumah Ziona yang disebut Chhuan Thar Run memiliki empat lantai dan 100 kamar. Merangkum berbagai sumber, Minggu (7/4/2019), kondisi tersebut membuat pria kelahiran 21 Juli 1944 itu dinobatkan sebagai kepala keluarga dengan anggota keluarga terbanyak.

 

Baca Juga : Ngeri, Ini Ciri-Ciri Orang yang Paling Disukai Jin!

Setiap perayaan ulang tahun Ziona akan diadakan upacara secara eksklusif. Dirinya akan dikelilingi oleh istri, anak-anak, menantu, dan cucu-cucunya di Stadion Chhuanthar. Mereka akan menghabiskan waktu dengan bernyanyi dan menari hingga hari berakhir dan dilanjutkan dengan pesta komunitas di malam hari.

 

Sekadar informasi, Ziona menikah pertama kali dengan seorang wanita bernama Zathiangi ketika usianya 15 tahun. Lalu ia menikahi istri keduanya pada tahun 1968 ketika berusia 24 tahun. Sejak saat itu dia mulai menikahi sejumlah wanita hingga jumlah istrinya mencapai 39 orang.

 BACA JUGA : 7 Kasus Pernikahan Manusia dan Hewan, dengan Anjing Bahkan Kodok!

Kehidupan keluarga Ziona dimulai pukul 5.50 pagi. Semua anggota keluarga akan berkumpul di aula besar untuk berdoa dan kemudian melakukan tugas sehari-hari yang telah diberikan. Selanjutnya makan malam disajikan mulai pukul 4-6 sore. Anggota keluarga akan makan sesuai usia. Pada pukul 9 malam semua lampu dimatikan dan seluruh anggota keluarga harus beristirahat.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini