nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mirip Legenda Sangkuriang, Wanita Ini Menikahi dan Hamil dengan Anaknya Sendiri

Wisnu Kurniawan , Jurnalis · Minggu 07 April 2019 16:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 07 196 2040216 mirip-legenda-sangkuriang-wanita-ini-menikahi-dan-hamil-dengan-anaknya-sendiri-Ho9Z9hjKvs.jpg Wanita Zimbabwe Menikah dengan Anaknya (Foto: Ist)

SANGKURIANG, masih ingatkah dengan legenda yang satu ini? Ya, legenda yang bercerita tentang seorang anak yang mencintai dan ingin menikahi ibunya itu teruslah melekat menjadi suatu legenda di Indonesia, tapi bagaimana kalau cerita tentang anak yang menikahi ibunya itu terjadi lagi?

Peristiwa aneh itu baru saja terjadi tahun 2017 lalu di Zimbabwe. Seorang anak 23 tahun dan ibu kandung 40 tahun memutuskan untuk menikah.

Dilansir dari Zambianobserver, Minggu (7/4/2019), pernikahan aneh tersebut terjadi karena mereka berdua mengaku saling jatuh cinta dan mereka memutuskan untuk melanjutkan hubungan mereka ke tingkat yang lebih serius. Yang lebih mengagetkan lagi, sang ibu yang bernama Betty Mbereko diketahui sedang mengandung enam bulan hasil dari hubungan dengan anak kandungnya Farai Mbareko.

Betty mengejutkan pengadilan Zimbabwe minggu lalu ketika dia mengatakan perselingkuhan dengan putranya telah dimulai tiga tahun lalu. Betty diketahui telah ditinggal mati oleh sang suami 23 tahun lalu. Betty mengatakan, “Selama ini ia yang membiayai hidup dan sekolah sang anak selama bertahun-tahun saya tidak ingin ada wanita lain yang mendapatkan keuntungan dari anaknya.”

Farai mengatakan, dia lebih dari siap untuk menikahi ibunya dan akan membayar utang- utang ayahnya kepada saudara-saudaranya. Farai mengatakan, “Aku tahu ayahku meninggal sebelum dia selesai membayar utangnya, dan aku siap untuk melunasinya. Lebih baik mempublikasikan apa yang terjadi, karena orang-orang harus tahu bahwa akulah yang membuat ibuku hamil. Kalau tidak, mereka akan menuduhnya wanita penghibur.”

Tetapi kepala desa Nathan Muputirwa mengatakan, “Kami tidak bisa membiarkan ini terjadi di desa kami, mashura chaiwo aya, (Ini pertanda buruk). Di masa lalu mereka harus dibunuh tetapi hari ini kita tidak bisa melakukannya karena ada hukum yang berjalan”. Dia memperingatkan mereka untuk segera memutuskan pernikahan mereka atau meninggalkan desanya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini