nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Medis Kenapa Pernikahan Sedarah Harus Dihindari

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 07 April 2019 15:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 07 481 2040106 ini-alasan-medis-kenapa-pernikahan-sedarah-harus-dihindari-P6IkDB8Oax.jpg Ilustrasi pernikahan sedarah (Foto: Pixabay)

Anda mungkin masih bertanya-tanya, apa alasan seseorang dilarang menikahi saudara kandung atau sering juga disebut dengan istilah inses atau perkawinan sedarah? Padahal, menurut sejarah, praktik seperti ini telah lama dilakukan oleh masyarakat Mesir Kuno.

Dilansir Okezone dari berbagai sumber, Minggu (7/4/2019), tradisi tersebut berawal dari garis matriarki yang dipercaya oleh orang-orang Mesir kuno. Kala itu, garis keturunan ditelusuri dari riwayat ibu. Bahkan darah kebangsawanan juga diturunkan kepada wanita.

Alhasil, seluruh kekayaan dan jabatan seorang laki-laki juga ditentukan dari garis matriarkinya. Apabila seorang laki-laki ingin menjadi Firaun, dia harus menikahi seorang gadis bangsawan. Itulah sebabnya, banyak masyarakat Mesir Kuno yang menerapkan pernikahan sedarah.

Baca juga :

Namun dalam perkembangannya, pernikahan sedarah sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat dunia. Ini karena dapat membahayakan bagi anak yang dilahirkan dari pernikahan tersebut. Seperti yang dijelaskan oleh dr Ari Fahrial Syam, SpPD, anak dari pernikahan sedarah berisiko tinggi lahir cacat.

"Dunia medis tidak menganjurkan terjadinya perkawinan sedarah. Ini berkaitan dengan ditakutkan gen-gen yang jelek malah ketemu di tubuh si bayi," ujarnya saat dihubungi Okezone via sambungan telepon, beberapa waktu lalu.

Menurut pengalaman dr Ari, ia banyak menemukan kasus ini pada pernikahan satu kampung. Lalu, apa dampak yang paling berbahaya dari praktik pernikahan sedarah ini?

"Anak bisa lahir cacat, down syndrome, talasemia, kelemahan otot tubuh, mata tidak normal, atau kelainan genetik lainnya," tegas dr Ari.

Tidak hanya itu, pernikahan sedarah juga memicu masalah auto imun yang timbul karena faktor genetik. Hal semacam ini hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan komprehensif.

Namun, dari beberapa penyakit yang bisa timbul dari pernikahan sedarah, yang cukup khas dari kasus ini adalah talasemia.

“Ini sering terjadi pada pasangan yang ternyata sedarah," kata dr Ari.

Talasemia sendiri merupakan kelainan darah dengan kondisi jumlah protein pembawa oksigen kurang dari jumlah normal. Akibatnya, darah tidak mampu membawa oksigen yang cukup untuk disebarkan ke seluruh tubuh si orang dengan penyakit ini.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara untuk mengetahui bayi yang mengalami kondisi tersebut?

Mengingat perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan sudah semakin maju, ibu hamil disarankam untuk memastikan kandungannya dengan USG 4D. Dari tindakan ini, bisa diketahui secara rinci bagaimana kondisi tubuh si janin yang ada di dalam kandungan.

Pemeriksaan ini biasanya akan menemukan fakta seperti apakah si bayi memiliki cacat, ada bagian tubuh yang tidak tumbuh sempurna, atau kondisi lainnya. Kalau memang ada, dokter kandungan akan langsung melakukan evaluasi mendalam terkait gejala yang mengarah ke kecatatan bayi.

“Secara medis, perkawinan sedarah ini dilakukan oleh kakak-adik atau orang terdekat dari keluarga tersebut. Nah, efeknya bisa sangat besar jika pernikahan kakak-adik terjadi. Risikonya bisa sangat tinggi untuk melahirkan anak dengan kecacatan faktor genetik,” tukasnya.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini