nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sebelum Menikah, Ajukan 5 Pertanyaan Penting Ini ke Pasangan!

Nur Anisa Putri, Jurnalis · Senin 08 April 2019 13:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 08 196 2040473 sebelum-menikah-ajukan-5-pertanyaan-penting-ini-ke-pasangan-xsLhMpgG4H.jpg Ilustrasi (Foto: Hindustantimes)

Mungkin Anda baru saja masuk bulan ke-3 dalam suatu hubungan atau mungkin sudah bersama selama bertahun-tahun. Apa pun masalahnya, dan sudah sejauh mana Anda berhubungan, ada beberapa pertanyaan penting untuk ditanyakan pada diri sendiri dan pasangan jika ingin terus bersama dalam jangka panjang. Apakah Anda siap untuk hidup dengan sepenuhnya berkomitmen? apakah Anda siap untuk melewati saat-saat sulit bersama pasangan Anda?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Anda perlu mengenal diri sendiri dan pasangan Anda baik dari dalam maupun luar. Melansir Popsugar, Senin (8/4/2019), Ini dia 5 hal penting yang harus diketahui sebelum bertunangan atau menikah dengan pasangan Anda.

1. Apakah mereka ingin memiliki anak atau tidak

Jika Anda tidak mempunyai pendapat atau keinginan yang sama mengenai anak-anak, maka kemungkinan besar Anda akan putus karena masalah ini. Kadang-kadang pembicaraan ini terpicu oleh pertanyaan dari seseorang, kemudian terkejut jika mengetahui bahwa pasangan mereka tidak memiliki posisi yang sama dengan mereka.

Stanger dari The Millionaire Matchmaker, mengatakan bahwa penting untuk melakukan diskusi mengenai berapa banyak anak yang diinginkan."Terkadang masalah ini menjadi pikiran banyak orang, tetapi dengan berkomunikasi secara konsisten dan terbuka bisa menjadi kuncinya." ujarnya.

2. Masalah finansial

Salah satu penyebab perceraian adalah masalah finansial, seperti dengan tidak menyetujui bagaimana pasangan Anda menangani keuangan mereka. Jangan berasumsi jika Anda menikahi orang kaya maka mereka akan membayar semuanya.

"Pastikan pasangan Anda pintar dalam menangangi keuangan, dan Anda pasti ingin tahu apakah mereka memiliki hutang atau tidak. Seseorang yang bertanggung jawab secara finansial akan bawa lebih sedikit kebahagiaan ke dalam hubungan, dan dengan demikian akan mengurangi perdebatan." jelas Ross, seorang psikoterapis yang berbasis di NYC dan Florida.

Diskusi dengan Pasangan

3. Bagaimana mereka berhubungan dengan orang Lain - termasuk orang-orang yang dicintai, mantan, dan orang asing

Cara seseorang memperlakukan orang lain bisa menunjukkan sifat asli mereka. Apakah mereka berbicara dengan baik atau kasar kepada pelayan, berbicara positif atau negatif tentang teman dekat atau anggota keluarga, Anda harus perhatikan terutama mengenai keluarga.

"Bagaimana seseorang berinteraksi dengan keluarga adalah sesuatu yang kemungkinan besar akan terlihat dalam hubungan Anda,” ujar Ross. Bahkan cara pasangan Anda berbicara mengenai mantannya bisa juga menunjukkan sifatnya. Apakah mereka benci atau justru berbelas kasih? Walaupun sering diabaikan, ini bisa menjadi hal yang sangat penting.

Baca Juga : Potret Messya Iskandar dalam Balutan Super Minim, Awas Gak Kuat Iman!

4. Bagaimana pasangan Anda ingin disentuh

Seorang psikologis, Bushman, menjelaskan bahwa keintiman adalah perbedaan utama antara hubungan romantis dengan hubungan platonis. Seks, berpelukan, mencium, dan "menyentuh" adahal hal umum yang sangat penting. Suatu hubungan pasti akan melewati banyak hal, termasuk masalah keintiman. Tidak masalah jika dorongan seksual Anda menurun atau meningkat, yang terpenting merasa nyaman satu sama lain secara fisik untuk mencapai kebahagiaan.

Baca Juga : Wajah Mirip dengan Pasangan Pertanda Jodoh, Begini Penjelasan Ilmiahnya

5. Bagaimana mereka menyikapi suatu masalah

Semua orang pernah berurusan dengan masalah yang sulit, baik masalah keluarga, gangguan terkait karier, atau masalah dalam kesehatan. Yang perlu Anda ketahui adalah bagaimana mereka bisa menyikapi masalah-masalah tersebut. Stanger mengatakan bahwa tidak ideal jika mereka menghindari masalah, menyerah, atau lari dari masalah. Jika mereka terbuka untuk melakukan terapi maka merka bisa mengatasi suatu masalah. Dengan bersedia menjalani konseling, adalah tanda kedewasaan dan kemauan.

"Saya percaya orang yang mencari terapi pada akhirnya memiliki wawasan yang lebih baik, yang cenderung mengarah pada hubungan yang lebih sehat." tutur Ross.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini