nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bidik Nomor 1 Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia, Indonesia Muslim Travel Index 2019 Resmi Dirilis

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 08 April 2019 17:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 08 406 2040642 bidik-nomor-1-destinasi-wisata-halal-terbaik-dunia-indonesia-muslim-travel-index-2019-resmi-dirilis-vC0Jwczjd9.jpg Indonesia Muslim Travel 2019 dirilis (Foto:Ilustrasi/Ist)

SEBAGAI negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sudah sepatutnya Indonesia bisa menjadi primadona dalam hal wisata halal.

Terlebih lagi sekarang bisa dikatakan Indonesia sebagai salah satu negara yang diperhitungkan dalam industri pariwisata, khususnya wisata halal.

Namun sayangnya, jika menelisik dari sisi ranking, Indonesia masih kalah dari negara tetangga, Malaysia sebagai sebagai destinasi pariwisata halal terbaik dunia. Pasalnya, Indonesia sekarang masih berada di posisi ranking ke-2 bersama Uni Emirat Arab, menurut versi dari GMTI (Global Muslim Travel Index).

Maka dari itu, agar target Indonesia 2019, untuk menjadi ranking pertama sebagai destinasi pariwisata halal terbaik dunia versi GMTI. Tepat hari ini, Senin 8 April 2019, Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019 resmi diluncurkan di Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. IMTI 2019 inilah yang dijadikan acuan dalam menstadarisasi global destinasi pariwisata halal Indonesia 2019 dengan mengacu pada GMTI ( Global Muslim Travel Index).

Mengingat Indonesia sebagai salah satu negera yang diperhitungkan dalam industri pariwisata halal (halal tourism) dunia. Oleh karena itu, sebagai pemain global atau global player, sudah seharunya Indonesia menggunakan standar global (global standard) yakni IMTI 2019 yang mengadopsi standar GMTI.

Lebih menggiatkan pariwisata halal Indonesia, sebagaimana disebutkan oleh Ni Wayan Giri Adnyani, selaku Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, dengan menargetkan diri sebagai destinasi pariwisata halal terbaik dunia, maka berbanding lurus dengan situasi di mana Indonesia membidik wisatawan Muslim lebih banyak lagi daripada sebelumnya.

Baca Juga:

OOTD Mantan Bintang Porno Sunny Leone, Pose Nomor Satu Serba Ketat

Survei Membuktikan, Orang yang Bangun Pagi Lebih Sering Ngeseks Ketimbang Manusia Malam

“Menpar mentargetkan tahun ini pariwisata halal Indonesia mencapai 5 juta wisatawan mancanegara (wisman) Muslim atau tumbuh dari posisi tahun lalu sebanyak 2,6 juta wisman muslim, dengan data realisasi hingga November 2018 mencapai 2,4 juta wisman muslim,” ungkap Ni Wayan Giri Adnyani dalam jumpa pers seusai peluncuran IMTI 2019, Senin (8/4/2019) di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat.

 

IMTI 2019 yang mengacu pada standar global GMTI ini sendiri disebutkan lebih lanjut mengadopsi 4 kriteria GMTI yang meliputi faktor mulai dari Access, Communication, Environment, dan Services (ACES) yang masing-masing kreteria terdiri dari tiga komponen. Misalnya untuk Access terdiri atas, visa requirements, air connetivity, transport infrastructure yang keseluruhannya mencakup apakah sudah kondusif untuk para wisatawan Muslim. Dilanjutkan dengan komponen Communication yang terdiri dari outreach, ease of communication, dan digital presence.

Lalu di faktor komponen Environment terdiri atas, safety and culture, visitor arrivals, dan enabling climate. Kemudian terakhir ada komponen Services terdiri atas; core needs (halal food and prayers); core services (hotels, airports), dan unique experiences alias inovasi-inovasi soal program wisata yang ditawarkan kepada wisatawan.

Dalam kesempatan yang sama, CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen mengatakan, sejatinya pariwisata halal ini bisa jadi peluang emas untuk Indonesia dalam mengembangkan sektor perekonomian. Ditunjang dengan beberapa keunggulan karakteristik yang dimiliki oleh Indonesia.

“Indonesia memiliki beberapa keunggulan komparatif, contohnya Indonesia kan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, memiliki banyak pantai yang indah, infrastruktur dasar, serta warisan budaya yang beragam. Hal ini membuat Indonesia berapa pada posisi yang tepat untuk menjadi salah satu destinasi wisata halal global terbaik. IMTI akan membantu para pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk memainkan peran penting dalam mempercepat pertumbuhan pariwisata halal di Indonesia," tambah Fazal.

Tahun ini merupakan tahun kedua penerapan standar global GMTI dalam menilai kinerja destinasi pariwisata halal unggulan di Indonesia. Sebanyak 10 destinasi pariwisata halal unggulan Indonesia dinilai dengan menggunakan standar ini yakni Lombok, Aceh, Jakarta, Sumatera Barat, Yogyakarta, Jawa Barat, Kepulauan Riau, Malang Raya, Jawa Tengah, serta Makassar dan sekitarnya. Pada tahun mendatang Kemenpar terus mendorong berkembangnya destinasi pariwisata halal lainnya sehingga semakin banyak pilihan destinasi dan memperkuat posisi daya saing pariwisata halal Indonesia di tingkat global.

(ndr)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini