nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seberapa Efektif Pengobatan Imunoterapi untuk Pasien Kanker?

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 08 April 2019 17:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 04 08 481 2040587 seberapa-efektif-pengobatan-imunoterapi-untuk-pasien-kanker-R3ROBKT4xX.jpg Ilustrasi (Foto: Verywell)

Dunia sedang mengalami euforia terhadap imunoterapi. Sebuah metode pengobatan kanker yang digadang-gadang sebagai masa depan terapi dengan survival lebih panjang dari metode lainnya. Mari mengenal lebih jauh imunoterapi dari para pakar berikut ini.

Pengobatan imunoterapi kian menjadi perbincangan hangat dalam lingkup pengobatan kanker. Metode pengobatan ini sangat aman dan menjamin kesembuhan pasien.

Imunoterapi merupakan terobosan terbaru dalam pengobatan kanker. Terapi ini menggunakan sistem kekebalan tubuh sendiri untuk melawan sel-sel kanker.

Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik dari MRCCC Siloam Hospitals dr Jeffry B Tenggara SpPD, KHOM menjelaskan, tubuh manusia memiliki sel T yang merupakan bagian dari darah putih. Sel darah putih tersebut tugasnya melawan musuh atau sel kanker.

"Prinsipnya imunoterapi ini memanfaatkan mekanisme kekebalan sel-sel tubuh kita sendiri untuk melawan kankernya,” ucap dr Jeffry ditemui di Jakarta, baru-baru ini.

Sel darah putih, terangnya, punya banyak komponen seperti limfosit, basofil, fagosit, dan lainnya. Komponen tersebut berperan dalam melawan kanker adalah sel limfosit T dan NK cell.

imunotherapi

dr Jeffry menjelaskan, kanker tumbuh secara perlahanm, meski pada awalnya kekebalan tubuh manusia dapat membasmi sel kanker sebelum berkembang lebih lanjut. Seiring waktu, sel kanker bertumbuh makin cepat hingga kekebalan tubuh tidak dapat lagi mengimbangi pertumbuhan kanker.

"Beberapa jenis kanker juga memiliki mekanisme untuk menghancurkan sel limfosit T," tambahnya.

Disebutkan pula ada beberapa macam metoda imunoterapi, yaitu Checkpoint Inhibitors, Cytokine Induced Killer Cell (CIK), dan Vaksin.

Baca Juga : Potret Messya Iskandar dalam Balutan Super Minim, Awas Gak Kuat Iman!

Spesialis Onkologi Medik Dr dr Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM dari FKUI/RSCM, Jakarta menambahkan, para dokter telah menggunakan obat ini untuk pasien kanker pankreas, kanker payudara, kanker empedu, hingga kanker kepala dan leher. salah satu jenis yang dipakai adalah anti PD-1 biasa diberikannya pada pasien dengan status performa fisik yang kurang baik.

“Obat yang diberikan untuk terapi sistemik haruslah yang tidak menurunkan status performa pasien,” ujarnya.

Baca Juga : Wajah Mirip dengan Pasangan Pertanda Jodoh, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Hasilnya cukup baik dan tanpa efek samping, meski efikasinya tidak sebaik pada kanker paru dan melanoma. Bahkan berdasarkan pengalaman Dr Andhika, pemberian obat ini meningkatkan progression-free survival hingga enam bulan.

"Progression-free survival (PFS) adalah masa selama kanker tidak berkembang. Ini hal yang cukup menjanjikan, mengingat angka kesintasan (survival rate) pasien kanker paru sangat rendah," simpulnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini