nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Bayi dari Ibu Pecandu Narkoba yang Ditelantarkan, Kini Diadopsi Perawat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 08 April 2019 17:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 08 612 2040548 kisah-bayi-dari-ibu-pecandu-narkoba-yang-ditelantarkan-kini-diadopsi-perawat-lAR2YKF8HQ.jpg Kisah Giselle yang ditekantarkan ibunya dan kini diadopsi perawat (Foto: Nypost)

Kelahiran seorang manusia baru ke dunia adalah berkah yang tak bisa digantikan dengan apapun. Lahirkan bayi menandakan besarnya kekuasaan Tuhan dan karena itu orangtua diberikan amanah untuk bisa merawat manusia tersebut dengan sebaik-baiknya.

Namun, ada saja ibu yang tega memperlakukan anaknya sendiri. Banyak kasus kita dengar, seorang ibu membuang anaknya, ibu membunuh anaknya, bahkan ayah yang memperkosa anaknya sendiri. Kekejian semacam ini tentu tidak bisa dimaafkan dan perlu ada penangan khusus untuk kasus seperti ini.

Selain kasus di atas, belum lama ini laman New York Times mempublis kasus anak yang ditelantarkan di rumah sakit. Anak tersebut bernama Gisele, yang ditelantarkan orangtuanya setelah dia dilahirkan pada Juli 2016. Gisele lahir ke dunia dengan kondisi sindrom abstinensi neonatal yang mana ini dia derita karena ibunya adalah pecandu narkotika selama masa kehamilan.

Mengetahui ada anak yang ditelantarkan, direktur keperawatan Massachusetts, Liz Smith, akhirnya memberanikan diri untuk menjadi orangtua angkat Gisele yang malang itu. Putusan negara yang jatuh pada Oktober 2016 pun memperbolehkan Smith merawat Gisele yang saat dilahirkan ke dunia hanya memiliki bobot tubuh 0,9 kg!

Ya, menurut blog Franciscan Children, Gisele lahir dengan berat hanya di bawah 2 pound atau 0,9 kg. Karena kondisi itu, dia harus menghabiskan tiga bulan di NICU dengan bantuan ventilator sebelum ia dipindahkan ke Franciscan Children yang mana kala itu Gisele memiliki masalah dalam pencernaan. Diketahui, saat dirawat di Franciscan Children, Gisele tidak dijengkuk seorang pun kecuali Smith yang berusia 45 tahun, yang baru-baru ini mengetahui dia bukan kandidat yang baik untuk IVF.

Dengan dukungan dari keluarga dan teman-teman, Smith memutuskan untuk menjadi orangtua asuh Gisele, yang saat itu berusia 9 bulan, dengan harapan membantunya berkembang di luar rumah sakit. Pada awalnya, orang tua kandung Gisele telah mengawasi kunjungan mingguan, tetapi menurut blog, itu menjadi jarang dan tujuannya berubah dari penyatuan kembali menjadi adopsi.

bayi

“Ketika saya mendapat telepon kalau hak-hak orang tua dihentikan, saya membayangkan itu akan menjadi hari yang melegakan,” kata Smith, yang telah jatuh cinta pada gadis kecil itu. "Dan itu adalah hari di mana saya sangat sedih. Saya sangat senang. Tapi saya sangat sedih untuk mereka. Saya mendapatkan Gisele tetapi keluarganya kehilangan gadis mungil tersebut. Dan untuk mencoba memerangi kecanduan dan menjadi seorang ibu, itu rasanya tidak mungkin dan itu juga alasan terkuat saya mengadopsi Gisele," papar Smith.

Jadi dua tahun setelah permintaan pengadopsian Gisele masuk ke ranah hukum, Smith secara hukum menjadi ibunya.

Baca Juga : Wajah Mirip dengan Pasangan Pertanda Jodoh, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Smith mengatakan, ketika hakim masuk pada hari adopsi mereka, 18 Oktober 2018, dia berkata:

“Ketika seorang hakim berjalan di ruangan itu, semua orang berdiri dengan rasa hormat. Tapi hari ini aku menghormatimu, Liz, karena kau pantas mendapatkan rasa hormat dari ruangan ini. Hari melahirkan adalah keajaiban. Tapi mengadopsi seorang anak dari jarak jauh adalah takdir. Itulah yang membuat kalian berdua bersama. "

Baca Juga : Potret Messya Iskandar dalam Balutan Super Minim, Awas Gak Kuat Iman!

Perlu diketahui, menurut Smith, Gisele kini berkembang pesat di bawah asuhannya. Sementara itu, dia masih menerima nutrisi melalui tabung makanan, Smith telah membantunya memberikan beberapa makanan padat serta hal-hal seperti pizza dan alpukat.

"Sejak saya bertemu dengannya, ada sesuatu di belakang matanya yang biru mencolok menarik perhatian saya," kata Smith kepada Washington Post. "Saya merasa bahwa saya perlu mencintai anak ini dan menjaganya tetap aman."

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini